Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Uncategorized

Peluang Kerja Luar Negeri Terbuka, Disnakertrans Sulsel Dorong Lulusan SMK Bersaing 

Wamanews.id, 4 September 2026 – Peluang bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Sulawesi Selatan untuk meniti karier di kancah internasional kini semakin terbuka lebar. Melalui program penyiapan tenaga kerja bertajuk SMK Go Global, pasar kerja luar negeri siap menyerap para lulusan kejuruan, dengan syarat utama memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri di negara tujuan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, mengungkapkan bahwa dinamika ketenagakerjaan saat ini mengalami pergeseran mendasar. Menurutnya, tantangan terbesar hari ini bukan lagi mengenai kelangkaan lowongan pekerjaan, melainkan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu memenuhi kualifikasi serta standar tinggi yang ditetapkan instansi atau perusahaan asing.

“Informasi yang menarik adalah terkadang kita ingin bekerja, tetapi lapangan kerjanya tidak ada. Sekarang justru lapangan kerja tersedia, tinggal apakah kita memenuhi syarat atau tidak,” ujar Jayadi Nas pada Kamis (3/9/2026).

Jayadi menjelaskan bahwa informasi kebutuhan tenaga kerja internasional kini semakin transparan dan dapat diakses dengan mudah oleh publik melalui dasbor resmi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Peluang yang ditawarkan mencakup berbagai sektor industri di sejumlah negara maju.

Guna menangkap peluang emas tersebut, Disnakertrans Sulsel mendorong Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk mengambil peran aktif sebagai jembatan penghubung. BP3MI diharapkan dapat menyambungkan antara permintaan pasar kerja luar negeri dengan ketersediaan para lulusan SMK yang ada di wilayah Sulawesi Selatan.

Meski demikian, Jayadi kembali menegaskan bahwa penguasaan kompetensi tetap menjadi faktor penentu utama apakah seorang lulusan bisa terserap atau justru tersingkir di pasar kerja global.

“Persoalannya sekarang apakah anak-anak kita memiliki kriteria yang dibutuhkan. Itu menjadi tugas kita bersama,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah bersama pengelola satuan pendidikan kejuruan didorong untuk terus memperkuat program pelatihan dan pembelajaran berbasis praktik. Jayadi menilai, kurikulum SMK hendaknya tidak lagi berfokus pada porsi teori semata, melainkan harus berjalan seiring dengan keterampilan teknis di lapangan.

“Kalau bisa teori dan praktik berjalan bersamaan. Dengan begitu anak-anak memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan,” tutur Jayadi.

Selain penyesuaian metode pembelajaran, penyediaan dan pembaruan fasilitas sarana-prasarana pelatihan di sekolah menjadi krusial. Peralatan dan teknologi yang digunakan para siswa saat praktik idealnya terus diperbarui agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dunia usaha dan industri internasional.

“Mudah-mudahan fasilitas dan pelatihan yang kita siapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha di negara lain sehingga anak-anak kita memiliki keterampilan yang mampu bersaing,” tambahnya.

Langkah penguatan kapasitas SDM kejuruan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Selatan. Pemprov Sulsel menaruh harapan besar agar para alumni SMK tidak hanya memiliki daya saing tinggi untuk bekerja di dalam maupun luar negeri, tetapi juga dibekali mentalitas wirausaha untuk menciptakan lapangan kerja baru secara mandiri di daerah asal mereka.

Keberhasilan program SMK Go Global pada akhirnya akan sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah daerah, sekolah, serta dunia industri dalam menggembleng kualitas lulusan agar mampu menembus serta memenangi persaingan di pasar kerja internasional.

Penulis

Related Articles

Back to top button