Pusing atau Sakit Kepala? Ini Cara Mudah Membedakannya, Jangan Sampai Salah!

Sakit kepala dan pusing sering kali disalahartikan sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya memiliki sensasi yang sangat berbeda. Menurut dr. Jeffry Foraldy Haryanto, Sp.N, dokter spesialis syaraf yang praktik di RS Hermina Bitung, meskipun keduanya mirip, kita harus mampu membedakan sensasi yang dirasakan oleh tubuh.
“Pusing lebih ke perasaan, seperti sensasi berputar, tidak seimbang, atau seolah bergoyang. Sedangkan sakit kepala umumnya dirasakan sebagai nyeri berdenyut, tertekan, atau seperti ditusuk-tusuk,” jelas dr. Jeffry, seperti dikutip Antara, Kamis (6/2/2025).
Dr. Jeffry juga menambahkan bahwa beberapa kondisi sakit kepala bisa disertai dengan pusing, mual, dan muntah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui perbedaan keduanya agar bisa penanganannya lebih tepat.
Jenis-Jenis Sakit Kepala
Secara umum, sakit kepala terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Sakit Kepala Primer: Tidak disebabkan oleh penyakit lain dan umumnya tidak berbahaya. Tiga tipe utamanya adalah:
- Sakit Kepala Tegang (Tension)
- Migrain (Sakit Kepala Sebelah)
- Sakit Kepala Klaster (Jarang terjadi)
- Sakit Kepala Sekunder: Bisa disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti infeksi pada rongga mulut, telinga, hidung, mata, atau bahkan tumor otak, perdarahan, dan stroke.
“Sakit kepala sekunder bisa menjadi indikasi masalah serius seperti tumor otak atau stroke, jadi sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami sakit kepala yang tak biasa,” ungkapnya. Jadi, jika kamu merasa pusing atau sakit kepala, penting untuk memperhatikan sensasi yang kamu rasakan. Jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter jika gejalanya tidak biasa atau semakin parah!





