Mudik Aman! Pemprov Sulsel Sebar Ambulans dan Tim Medis

Wamanews.id, 14 Maret 2026 – Tradisi mudik lebaran selalu membawa euforia sekaligus tantangan besar bagi keselamatan publik. Mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bergerak cepat dengan menyiagakan dukungan medis penuh di titik-titik krusial jalur mudik tahun 2026.
Langkah ini dilakukan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan yang secara resmi menerjunkan tim medis serta armada ambulans untuk mengawal pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 – 25 Maret 2026. Fokus utamanya adalah menjamin keselamatan warga, baik saat arus mudik maupun arus balik.
Kesiapsiagaan ini bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Gubernur Sulawesi Selatan yang menginginkan seluruh perangkat daerah tidak lengah dalam mengawal pergerakan jutaan pemudik. Gubernur menekankan bahwa layanan publik, terutama di sektor kesehatan, harus tetap “melek” dan responsif, terutama di titik keramaian dan jalur perlintasan yang rawan kecelakaan.
Kebijakan ini juga selaras dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.6/1071/SJ tentang Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H, serta hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektor (Linsek) bersama POLRI.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa seluruh rumah sakit daerah dan klinik di bawah naungan Dinkes Sulsel dilibatkan secara aktif. Strategi yang diterapkan adalah pembagian waktu kerja yang ketat agar tidak ada kekosongan petugas di posko pelayanan.
“Kami menugaskan tenaga medis secara bergantian dalam dua shift agar pelayanan kesehatan di setiap posko dapat berjalan tanpa henti selama masa operasi,” jelas Dr. Evi.
Berikut adalah pembagian shift layanan medis di posko mudik:
- Shift Pagi (07.30 – 14.00 WITA): Diisi oleh tim medis dari berbagai klinik kesehatan.
- Shift Siang hingga Malam (14.00 – 21.00 WITA): Diisi oleh tim medis dari rumah sakit daerah.
Setiap unit posko dilengkapi dengan minimal satu unit ambulans lengkap dengan personel medis yang siap menangani kondisi kegawatdaruratan, mulai dari kelelahan pemudik hingga pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas.
Penyebaran tim medis ini dilakukan secara strategis dengan memetakan wilayah yang memiliki kepadatan aktivitas tertinggi. Di Kota Makassar, fokus pelayanan mencakup pusat-pusat keramaian dan terminal utama, antara lain:
- Terminal Daya
- M’TOS (Makassar Town Square)
- Tamangapa
- Veteran Utara
- Pasar Terong
- Bintang Mode
- Boulevard
Selain di area perkotaan, perhatian khusus diberikan pada jalur Poros Maros–Bone. Jalur ini dikenal memiliki medan yang menantang dan menjadi urat nadi utama pemudik menuju wilayah Bosowasi (Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai). Kehadiran ambulans dan tim medis di jalur ini diharapkan dapat mempercepat response time jika terjadi kendala di jalan raya.
Layanan kesehatan di posko mudik ini tidak berdiri sendiri. Pemprov Sulsel mengedepankan koordinasi terpadu bersama unsur POLRI, TNI, serta pemerintah kabupaten/kota setempat. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem mudik yang tidak hanya lancar secara arus lalu lintas, tetapi juga aman dari sisi perlindungan kesehatan.
Bagi para pemudik, kehadiran posko medis ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang selama perjalanan. Pemprov Sulsel juga mengimbau agar masyarakat memanfaatkan fasilitas ini jika merasa lelah atau mengalami gangguan kesehatan saat berkendara. Ingat, tujuan utama mudik adalah berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat.







