Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Menkes Akui Tak Bisa Hentikan Asap Karhutla, Warga Diminta Adaptasi Bertahan di Rumah

Wamanews.id, 17 Oktober 2026 – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta warga di wilayah terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Menkes usai mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan sejumlah kepala daerah di Gedung Kemendagri, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Dalam rapat tersebut, Budi menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan tidak memiliki kapasitas untuk menghentikan kepulan asap akibat karhutla. Fokus Kemenkes saat ini adalah memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga melalui adaptasi dan pencegahan mandiri.

“Kita tidak bisa menghentikan asapnya. Dengan kondisi alam yang ada saat ini, kita sebagai manusia harus mau beradaptasi,” ujar Budi seperti dikutip dari Tribun Video.

Budi menyoroti kelompok rentan sebagai pihak yang paling berisiko terdampak polusi partikel asap ekstrem, yakni balita, anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Ia pun mengimbau kelompok rentan untuk tidak keluar rumah selama kabut asap menyelimuti wilayah.

“Nomor satu, kalau bisa tetap di rumah. Kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus segera beradaptasi dan usahakan tetap di rumah. Jangan keluar kecuali benar-benar perlu,” kata Budi.

Jika terpaksa harus beraktivitas di luar, Menkes mengingatkan pentingnya perlindungan saluran pernapasan dengan masker. Ia menyarankan penggunaan masker N95 jika tersedia, jika tidak ada bisa menggunakan masker lain yang ada. “Yang harus dilindungi adalah asap itu jangan sampai masuk ke dalam paru,” ujarnya.

Selain masker, warga juga diminta melindungi mata dengan kacamata dan kulit dengan pakaian tertutup berlengan panjang. Budi mengingatkan agar tidak memakai singlet atau kaos pendek karena debu asap bisa menempel dan memicu penyakit.

Setelah beraktivitas di luar, masyarakat diimbau segera membersihkan diri dengan air. Budi juga meminta warga tidak menunda ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti batuk, iritasi mata, atau gatal-gatal pada kulit akibat paparan asap.

memastikan puskesmas di daerah terdampak telah disiagakan dengan obat-obatan untuk menangani gangguan kesehatan akibat kabut asap, serta meminta masyarakat segera memeriksakan diri jika keluhan berlanjut.

Penulis

Related Articles

Back to top button