Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Sejumlah Ruas Jalan Strategis di Sulsel Mulai Diaspal, Akses Ekonomi Kian Lancar 

Wamanews.id, 3 April 2026 – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dalam membenahi konektivitas antarwilayah terus menunjukkan tren positif. Melalui skema Multi Years Project (MYP), pembangunan sejumlah ruas jalan strategis kini mulai memasuki tahapan krusial, yakni pengaspalan.

Percepatan ini merupakan bagian dari program prioritas di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas infrastruktur dasar secara merata guna memastikan mobilitas masyarakat tidak lagi terhambat oleh kondisi jalan yang rusak.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengungkapkan bahwa pengerjaan di lapangan terus bergerak dinamis sesuai jadwal kontrak yang telah disepakati. Saat ini, perhatian tertuju pada Paket 1 dan Paket 2 yang menjadi jalur penghubung utama di beberapa titik padat kendaraan.

“Paket 1 dan Paket 2 saat ini mulai bergerak, meskipun sebagian ruas masih berada pada tahap awal pengerjaan,” ujar Rosyadi dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Berikut adalah rincian progres pada kedua paket tersebut:

  • Paket 1: Mencakup ruas Ujung Lamuru–Palattae serta ruas Panciro–Batas Kota Makassar yang saat ini tercatat telah mencapai progres sekitar 0,309%. Selain itu, pada ruas Tanete–Tanaberu, tim di lapangan tengah fokus melakukan pengerjaan bahu jalan untuk memperlebar ruang gerak kendaraan.
  • Paket 2: Ruas Batas Kota Makassar–Bonto Ramba melaporkan progres sebesar 1,319%. Sementara itu, pada ruas Batas Gowa–Tondong, sedang dilakukan pekerjaan overlay AC-BC atau pelapisan ulang aspal guna memperkuat dan menghaluskan permukaan jalan yang sudah ada.

Tidak hanya di sekitar Makassar dan Gowa, pengerjaan intensif juga terlihat di wilayah utara, tepatnya di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang masuk dalam Paket 3. Dua ruas jalan di wilayah ini bahkan sudah melampaui tahap persiapan dasar.

Rosyadi menjelaskan bahwa ruas Pangkajene Sidrap–Rappang dengan panjang 9,30 kilometer kini sedang dalam proses pengerjaan aspal dasar hingga pelapisan akhir. Hingga saat ini, progresnya telah menyentuh angka 12,44%.

Sedangkan untuk ruas Batas Sidrap–Malimpung yang membentang sepanjang 4,90 kilometer, progresnya telah mencapai 7,83%. Di lokasi ini, selain pengaspalan, pemerintah juga menekankan pentingnya pekerjaan bahu jalan untuk meningkatkan aspek keselamatan bagi pengguna jalan yang melintas.

Pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi ekonomi bagi warga Sulawesi Selatan. Jalur-jalur yang diperbaiki merupakan akses vital bagi distribusi logistik hasil bumi dan mobilitas harian warga.

“Perbaikan infrastruktur jalan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulsel dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah,” terang Rosyadi. Dengan kondisi jalan yang mulus, biaya logistik diharapkan dapat ditekan dan waktu tempuh antar-kabupaten menjadi lebih singkat, yang pada akhirnya akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal di Sidrap dan sekitarnya.

Pemprov Sulsel menargetkan pengerjaan ini terus berjalan tepat waktu sesuai dengan tahapan MYP tahun anggaran berjalan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi area proyek yang sedang dalam tahap pengaspalan demi keselamatan bersama. 

Penulis

Related Articles

Back to top button