Jelang Iduladha, DPKP Wajo Pastikan 2.000 Lebih Hewan Kurban Bebas PMK dan Antraks

Wamanews.id, 25 Mei 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo bergerak cepat menjamin kelayakan dan keamanan pangan asal hewan menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Otoritas peternakan setempat mengeklaim bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi maupun laporan mengenai hewan kurban yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta virus Antraks di Bumi Lamaddukelleng.
Kondisi kondusif ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Wajo, Bone Ramadan, pada Minggu (24/5/2026). Dirinya memastikan bahwa proteksi dini yang dilakukan oleh jajaran petugas medis veteriner berjalan optimal di lapangan.
“Sampai saat ini laporan dari petugas belum ada hewan kurban yang terkena penyakit. Baik itu gejala penyakit PMK maupun antraks,” jelas Bone Ramadan saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Menurut Bone Ramadan, nihilnya temuan kasus penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis (antraks) maupun virus PMK ini merupakan buah dari masifnya edukasi pramusim yang dilakukan oleh DPKP Wajo. Pihaknya secara konsisten memberikan pembekalan kepada para peternak lokal dan pedagang musiman mengenai standarisasi kesehatan hewan.
“Sebelum memasuki fase puncak, kami gencar melakukan sosialisasi sembari memberikan tips memeriksa kondisi fisik hewan secara mandiri kepada para peternak,” tuturnya menambahkan.
Memasuki H-3 menjelang hari penyembelihan, DPKP Wajo mencatat progres pemeriksaan klinis di lapangan sudah hampir rampung seutuhnya. Tercatat, total lebih dari 2.000 ekor hewan kurban terdiri dari sapi dan kambing telah melalui skrining ketat dan dinyatakan dalam kondisi prima serta layak konsumsi.
Guna menyisir seluruh wilayah, DPKP Wajo menerjunkan sekitar 29 hingga 30 petugas gabungan yang dibantu oleh penyuluh pertanian di masing-masing kecamatan. Tim ini disebar secara berkala ke 14 kecamatan se-Kabupaten Wajo dengan sistem klasterisasi yang berpusat pada tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) utama.
Tabel: Peta Fokus Pemeriksaan dan Status Hewan Kurban Kabupaten Wajo
| Parameter Operasional | Titik Konsentrasi / Fasilitas | Status Kesehatan Hewan | Garansi Administrasi |
| Puskeswan Wilayah I | Puskeswan Majauleng | Bebas PMK & Gejala Klinis | Sosialisasi pemeriksaan mandiri peternak. |
| Puskeswan Wilayah II | Puskeswan Tanasitolo | Kondisi Sehat & Nafsu Makan Baik | Dilengkapi SKKH dari daerah asal. |
| Puskeswan Wilayah III | Puskeswan Pammana | Bebas Bakteri Antraks | Fokus pemeriksaan bertahap di kandang. |
| Cakupan Sektor Riil | 14 Kecamatan se-Kabupaten Wajo | Total > 2.000 Ekor Hewan Siap | Pengawasan melekat H-7 hingga hari H. |
Klaim kebersihan hewan dari pemerintah daerah juga selaras dengan komitmen yang ditunjukkan oleh para pedagang hewan kurban di tingkat tapak. Rahmat salah seorang pelaku usaha pembibitan dan penjualan sapi kurban di Kecamatan Tanasitolo, membeberkan rahasia menjaga imunitas hewan dagangannya di tengah fluktuasi cuaca.
Ia menerapkan disiplin ketat dengan memberikan asupan pakan hijau segar sebanyak tiga kali sehari tanpa campuran ransum buatan atau bahan kimia berbahaya. Selain nutrisi, faktor sanitasi lingkungan dan kebersihan fisik sapi juga menjadi prioritas utamanya.
“Pakan kami murni hijauan, tidak ada tambahan ransum. Untuk perawatan, kami juga dibantu beberapa orang tenaga gembala yang setiap hari mengambil pakan. Sapi-sapi juga dimandikan secara rutin setiap tiga hari sekali,” beber Rahmat.
Lebih lanjut, Rahmat menjamin bahwa komoditas ternak yang didatangkan dari luar pulau seperti Provinsi Maluku dan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melewati proses karantina dan pemeriksaan berlapis sejak dari pelabuhan asal, dibuktikan dengan kepemilikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) resmi dari dinas terkait.
Dengan sinergi yang kuat antara regulasi ketat pemda dan kepatuhan para pelaku usaha, pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Wajo tahun ini diharapkan dapat berjalan dengan khusyuk, aman, dan higienis.







