Indonesia Tegaskan Dukungan Penuh untuk Palestina di Sidang Umum PBB ke-81

Wamanews.id, 28 September 2026 – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.Penegasan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Pernyataan Nasional Indonesia pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 yang digelar di New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (26/9/2026).
Dalam isi pidatonya, Menlu Sugiono menyatakan Indonesia akan konsisten berdiri di sisi rakyat Palestina hingga hak-hak dasar mereka terpenuhi sepenuhnya.
“Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina hingga hak menentukan nasib sendiri terpenuhi dan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud berdasarkan solusi dua negara,” tegas Sugiono di hadapan para delegasi negara anggota PBB.
Ia menjelaskan, sikap tegas Indonesia terhadap Palestina berakar dari sejarah panjang bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan kolonialisme.
Pengalaman tersebut, menurutnya, membentuk empati dan solidaritas yang kuat terhadap bangsa-bangsa lain yang masih berjuang menentukan nasibnya sendiri, termasuk Palestina.
Lebih lanjut, Menlu Sugiono menekankan bahwa isu Palestina tidak dapat dipandang sebagai konflik regional semata, melainkan menjadi tolok ukur kredibilitas sistem multilateral dunia.
“Palestina bukan hanya persoalan satu kawasan. Palestina adalah ujian apakah sistem multilateral mampu menegakkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pembentukannya,” ujar Sugiono.
Menurutnya, kekuatan sistem multilateral tidak hanya ditentukan oleh institusinya, melainkan oleh konsistensi dalam menjunjung prinsip-prinsip bersama, seperti penegakan hukum internasional, penghormatan terhadap kedaulatan, dan penghapusan segala bentuk kolonialisme.
Pada kesempatan itu, Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk terus berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Komitmen tersebut merupakan implementasi dari amanat konstitusi, yakni untuk turut serta mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Wujud nyata komitmen itu dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari diplomasi dan mediasi, penyaluran bantuan kemanusiaan, upaya pembangunan perdamaian, hingga partisipasi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB
.Menlu Sugiono mencatat, sejak tahun 1957, personel Indonesia telah aktif bertugas dalam berbagai misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.Semangat perdamaian tersebut juga menjadi landasan utama pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030.
Indonesia mengusung tema “Fostering Unity, Advancing Peace” dalam pencalonan tersebut, yang memiliki makna membangun kembali kepercayaan terhadap multilateralisme dan mendorong perdamaian melalui penegakan hukum internasional.
Indonesia, lanjut Sugiono, akan tetap mengedepankan pendekatan politik luar negeri bebas aktif, dengan menjaga dialog tetap terbuka, membangun titik temu antar negara, menjunjung tinggi Piagam PBB secara konsisten, serta menerjemahkan tanggung jawab bersama menjadi kerja sama konkret demi perdamaian dunia.







