Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Gempa M4,9 Guncang Laut Maluku, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Wamanews.id, 29 Agustus 2026 – Wilayah perairan Laut Maluku diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu (29/8/2026) sore, tepatnya pada pukul 15:08:45 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan gempa bumi tersebut dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami di kawasan pesisir sekitarnya.

Berdasarkan hasil analisis pemutakhiran data dari BMKG, peristiwa gempa bumi ini memiliki parameter pemutakhiran (update) dengan magnitudo M4,9 pada kedalaman tergolong dangkal, yakni 14 kilometer. Lokasi episenter gempa bumi terletak pada koordinat geografis 0,62° LS dan 126,75° BT. Pusat getaran gempa berada di laut pada jarak sekitar 83 kilometer arah barat laut Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Tim seismologi BMKG menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, fenomena yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Peristiwa ini secara teknologis dipicu oleh dinamika aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault),” tulis BMKG dalam laporan resmi kebencanaan tersebut.

Meskipun titik pusat getaran berlokasi di wilayah perairan laut, hasil pemodelan matematika tsunami yang dilakukan oleh BMKG mengonfirmasi secara tegas bahwa parameter gempa tidak memiliki energi yang cukup untuk memicu pasang surut air laut atau potensi tsunami di pesisir Kepulauan Halmahera.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) yang dirilis BMKG serta laporan konfirmasi warga di lapangan, guncangan gempa bumi ini dirasakan hingga skala intensitas III MMI di beberapa wilayah kecamatan. Skala III MMI mendeskripsikan getaran yang dirasakan nyata dari dalam rumah, di mana muncul sensasi getaran seakan-akan ada kendaraan truk berat yang sedang melintas.

Adapun kawasan pemukiman yang mencatatkan dampak guncangan skala III MMI tersebut meliputi beberapa titik di Kabupaten Halmahera Selatan, yaitu:

  • Kecamatan Kasiruta Barat, Halmahera Selatan
  • Kecamatan Mandioli Utara, Halmahera Selatan
  • Kecamatan Mandioli Selatan, Halmahera Selatan

Hingga kurun waktu pukul 15:30 WIB pada hari kejadian, hasil pengawasan ketat sistem monitoring BMKG mencatat belum ada indikasi timbulnya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Pihak BMKG memastikan bakal terus memantau perkembangan pergerakan seismik di kawasan Laut Maluku secara real-time serta siap menyampaikan pemutakhiran data kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat luas.

Guna mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan pascaguncangan, BMKG menyampaikan beberapa poin imbauan penting sebagai acuan panduan keselamatan bagi masyarakat pesisir Halmahera Selatan:

  • Jaga Ketenangan: Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik berlebihan, serta tidak mudah percaya pada isu-isu liar atau kabar burung terkait gempa yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.
  • Waspadai Kerusakan Fisik: Warga disarankan untuk memeriksa kondisi kelayakan bangunan tempat tinggal masing-masing serta merenggangkan diri dari struktur bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan akibat guncangan.
  • Akses Informasi Terverifikasi: Warga diminta memastikan bahwa seluruh rujukan informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal rujukan BMKG yang telah terverifikasi, seperti akun sosial media Instagram/X @infoBMKG, situs resmi bmkg.go.id, portal inatews.bmkg.go.id, hingga aplikasi mobile infoBMKG atau wrs-bmkg.

Penulis

Related Articles

Back to top button