Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Gempa Besar Guncang Filipina dan Laut Sulawesi: Tsunami Melanda Okinawa, BMKG Rilis Status Siaga 

Wamanews.id, 8 Juni 2026 – Aktivitas tektonik berskala besar yang mengguncang kawasan Asia Tenggara pada Senin (8/6/2026) pagi memicu alarm kewaspadaan tinggi di sejumlah negara. Gempa bumi dahsyat yang melanda lepas pantai selatan Filipina dilaporkan telah menimbulkan dampak ikutan hingga ke wilayah Jepang. Gelombang tsunami terkonfirmasi melanda prefektur Okinawa serta beberapa pulau terluar di wilayah Jepang pada Senin siang.

Berdasarkan laporan dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), episenter gempa di Filipina tersebut terletak di kedalaman 55,2 kilometer, tepatnya berada di 26 kilometer sebelah barat daya Kablalan, Filipina. Gempa dengan magnitudo awal 7,8 tersebut terjadi sekitar pukul 07.38 waktu setempat. Catatan historis USGS menunjukkan bahwa kawasan ini sebelumnya juga pernah diguncang gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,6 pada Desember 2023 silam.

Merespons guncangan kuat dari Filipina, Badan Meteorologi Jepang langsung bergerak cepat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang mencakup garis pantai Pasifik di sepanjang bagian timur, barat, hingga selatan negara tersebut. Wilayah yang masuk dalam zona peringatan ini membentang sangat luas, mulai dari Prefektur Ibaraki yang terletak di dekat ibu kota Tokyo, hingga prefektur kepulauan paling selatan, yakni Okinawa.

Sekitar pukul 12.18 waktu setempat, gelombang tsunami dalam skala kecil terpantau mulai menyentuh dan melanda pulau utama di Okinawa. Tidak hanya itu, gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter juga dilaporkan melanda Pulau Chichijima di Kepulauan Ogasawara, sebuah wilayah di Samudra Pasifik yang berjarak sekitar 1.000 kilometer di sebelah selatan pusat Kota Tokyo pada pukul 13.46 waktu setempat.

Otoritas cuaca dan meteorologi Jepang sebelumnya telah memperingatkan warga setempat sejak Senin pagi mengenai potensi gelombang tsunami setinggi hingga 1 meter yang dapat mencapai Pulau Miyako serta Kepulauan Yaeyama di Okinawa. Menanggapi situasi darurat ini, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi langsung menginstruksikan jajaran kementerian serta lembaga terkait untuk mengambil langkah-langkah mitigasi taktis guna mencegah kerusakan dan timbulnya korban jiwa.

Tabel: Potensi Waktu Tiba Gelombang Tsunami di Pesisir Indonesia (Analisis BMKG)

Wilayah / Daerah TerdampakStatus Kerawanan DaerahEstimasi Waktu Tiba Gelombang Pertama (WIB)
Kabupaten Kepulauan SangiheSiagaPukul 06.51.55 WIB
Kota ManadoSiagaPukul 07.12.25 WIB
Minahasa, Minahasa Utara & SelatanSiagaTiba bertahap hingga pukul 07.29 WIB
Bolaang Mongondow & Gorontalo UtaraSiagaTiba bertahap hingga pukul 07.29 WIB
Kabupaten Buol & TolitoliSiagaTiba bertahap hingga pukul 07.29 WIB

Hampir bersamaan dengan peristiwa di Filipina, aktivitas kegempaan tektonik yang sangat kuat juga mengguncang wilayah internal Indonesia. Pada Senin (8/6/2026) pagi pukul 06.37.42 WIB, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi. Berdasarkan hasil analisis awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo besar ini berpotensi memicu terjadinya tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

“Gempa magnitudo 7,7 berpotensi tsunami,” bunyi pernyataan resmi yang dirilis oleh BMKG pada pukul 06.40 WIB, hanya beberapa menit setelah guncangan terjadi. Pusat gempa (episenter) terpantau berada di koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 236 kilometer arah barat laut dari Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan kedalaman pusat gempa berada di 105 kilometer.

Berdasarkan hasil pemodelan dampak bencana, BMKG mengklasifikasikan beberapa wilayah pesisir ke dalam status Siaga dan Waspada. Untuk daerah dengan status Siaga yang diprediksi berpotensi mengalami dampak gelombang lebih besar meliputi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara bagian utara, Minahasa bagian utara, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, Bolaang Mongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Kabupaten Buol, hingga Tolitoli.

BMKG memperkirakan gelombang pertama tsunami akan menyentuh daratan Kabupaten Kepulauan Sangihe paling cepat pada pukul 06.51.55 WIB. Selanjutnya, rambatan gelombang tsunami diperkirakan akan mencapai pesisir Kota Manado pada pukul 07.12.25 WIB, sebelum akhirnya terus bergerak menuju sejumlah wilayah pesisir Sulawesi, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur lainnya secara bertahap hingga sekitar pukul 07.29 WIB. Masyarakat di kawasan pesisir diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus mengikuti instruksi evakuasi dari BPBD setempat.

Penulis

Related Articles

Back to top button