Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Emotional Release TDA Wajo Sentuh Hati Warga Binaan Rutan Sengkang: “Kami Bukan Penjahat, Kami Hanya Tersesat”

Wamanews.id, 25 Juli – Suasana haru menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sengkang saat Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Wajo menggelar kegiatan Emotional Release bertajuk Bangkit, Pulih, dan Berdaya” Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mengenali emosi, memulihkan diri, sekaligus membangun harapan baru agar siap kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan hasil kolaborasi TDA Wajo dan Rutan Kelas IIB Sengkang tersebut dihadiri Kepala Rutan Kelas IIB Sengkang Oki Setiawan beserta jajaran, pengurus dan relawan TDA Wajo, narasumber Coach Astrid, serta warga binaan.

Setelah diawali penampilan Tari Padduppa dan Band PKBM Rutan Sengkang, para peserta mengikuti sesi refleksi diri, penguatan mental, dan sharing dalam kelompok kecil.Momen paling menyentuh terjadi saat sesi Sharing Small Group.

Di hadapan relawan TDA Wajo, sejumlah warga binaan menceritakan pengalaman hidup, penyesalan, hingga harapan mereka setelah menyelesaikan masa pembinaan. Tak sedikit yang menitikkan air mata karena merasa masih ada orang yang datang untuk mendengarkan dan memberi semangat tanpa menghakimi masa lalu mereka.

Salah seorang warga binaan yang mewakili peserta menyampaikan rasa terima kasih kepada TDA Wajo. Ia mengaku kegiatan tersebut memberikan harapan baru dan membuat para warga binaan merasa masih ada pihak yang peduli terhadap proses perubahan mereka.

“Mewakili suara hati Warga Binaan, kami capkan banyak terima kasih kepada komunitas TDA. Saat kami dikucilkan di dalam masyarakat dan dipandang sebelah mata, masih ada sekelompok orang yang menaruh perhatian besar. Kami bukan penjahat, hanya tersesat dan belum terlambat untuk bertaubat,” tutur salah seorang warga binaan.

Di sisi lain, Kepala Rutan Kelas IIB Sengkang, Oki Setiawan, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama TDA Wajo.

Menurutnya, pembinaan di dalam rutan tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga menyentuh aspek mental dan karakter agar warga binaan memiliki bekal untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada penguatan mental, karakter, dan semangat perubahan agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” kata Oki.

Lebih lanjut, Oki berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Ia menyebut dukungan dari komunitas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu warga binaan membangun kembali rasa percaya diri, memperbaiki diri, dan menatap masa depan dengan harapan baru.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan karena dukungan dari masyarakat sangat penting dalam membangun rasa percaya diri warga binaan,” harapnya.

Penulis

Related Articles

Back to top button