Geger! Video Nakes Joget Pakai Kalung Infus di Ruang Operasi Viral, RSUD Datu Beru Akhirnya Buka Suara

Wamanews.id, 3 April 2026 – Jagat maya kembali dihebohkan dengan sebuah rekaman video yang menunjukkan perilaku kontroversial oknum tenaga kesehatan (nakes). Kali ini, sebuah video singkat yang memperlihatkan nakes sedang berjoget di dalam ruang tindakan operasi RSUD Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah, menjadi viral dan memicu beragam reaksi keras dari netizen.
Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial tersebut memperlihatkan seorang nakes dengan atribut lengkap mengenakan pakaian operasi hijau, penutup kepala, hingga masker melakukan gerakan tarian di depan kamera. Yang lebih mengejutkan, nakes tersebut tampak mengalungkan kantong cairan infus di lehernya sebagai bagian dari aksinya. Sementara itu, di latar belakang video, terlihat sejumlah nakes lain yang tampak serius melakukan tindakan medis terhadap seorang pasien yang tengah berbaring di meja operasi.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pihak manajemen RSUD Datu Beru tidak tinggal diam. Direktur RSUD Datu Beru, Gusnarwin, secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perilaku bawahannya tersebut.
Klarifikasi tersebut disampaikan melalui akun TikTok resmi RSUD Datu Beru pada Kamis (2/4/2026). Dalam pernyataan videonya, dr. Gusnarwin membenarkan bahwa kejadian tersebut memang terjadi di lingkungan rumah sakit yang dipimpinnya.
“Kami telah memanggil yang bersangkutan dan kami lakukan pembimbingan serta pengembalian pegawai tersebut sesuai peraturan perundang-undangan kepegawaian yang berlaku,” tegas Gusnarwin dalam video klarifikasi tersebut.
Gusnarwin menambahkan bahwa pihak rumah sakit telah mengambil langkah tegas. Nakes yang terlibat dalam video tersebut kini harus menghadapi konsekuensi disiplin sesuai dengan kode etik dan aturan administrasi kepegawaian yang ada. Langkah “pengembalian” pegawai menunjukkan bahwa ada sanksi serius yang sedang diproses agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Meskipun perilaku tersebut dianggap tidak etis secara profesional, dr. Gusnarwin memberikan penjelasan tambahan mengenai kondisi saat tindakan operasi berlangsung. Ia mengklaim bahwa aksi joget tersebut tidak sampai mengganggu jalannya prosedur medis yang sedang dilakukan tim dokter di latar belakang.
“Namun dalam hal ini, operasi (tetap berjalan) sesuai dengan prosedur dan tidak mengganggu operasi,” jelasnya singkat untuk meredam kekhawatiran publik mengenai keselamatan pasien yang ada di dalam video.
Kasus ini menjadi pukulan bagi citra pelayanan publik di bidang kesehatan, khususnya di wilayah Aceh Tengah. Pihak RSUD Datu Beru menyatakan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi seluruh staf dan tenaga medis di rumah sakit tersebut.
“Kami belajar dan kami berbenah,” ucap Gusnarwin dengan nada menyesal, menekankan komitmen institusinya untuk memperbaiki sistem pengawasan di area sensitif seperti ruang operasi.
Viralnya aksi nakes di RSUD Datu Beru ini kembali membuka ruang diskusi mengenai batas-batas penggunaan media sosial di lingkungan kerja medis. Ruang operasi adalah area dengan standar sterilitas dan profesionalisme yang sangat ketat, di mana konsentrasi penuh diperlukan demi keselamatan nyawa pasien.
Banyak pihak menilai bahwa menjadikan ruang tindakan medis sebagai konten hiburan, apalagi dengan melibatkan alat kesehatan seperti cairan infus secara tidak semestinya, adalah pelanggaran etika yang serius. Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap dedikasi para pejuang kesehatan.
Pihak RSUD Datu Beru berharap masyarakat dapat menerima permohonan maaf mereka dan memberikan kesempatan bagi pihak rumah sakit untuk membuktikan perbaikan kualitas layanan dan disiplin pegawai ke depannya.







