Festival Danau Tempe 2026 Resmi Dibuka, Pemprov Sulsel Dorong Masuk Kalender Event Nasional

Wamanews.id, 24 September 2026 – Festival Danau Tempe 2026 resmi dibuka di Lapangan Merdeka Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu malam, 23 September 2026. Pembukaan festival ditandai dengan pernyataan resmi dari Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Lingkungan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Mirna.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Wajo H. Andi Rosman, Wakil Bupati Wajo, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan budaya, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, komunitas, serta masyarakat Wajo.
Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang dibacakan H. Amdi Mirna, Festival Danau Tempe disebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat potensi alam, budaya, tradisi, kreativitas, dan kehidupan masyarakat Wajo kepada masyarakat yang lebih luas.
“Festival Danau Tempe merupakan momentum penting untuk memperkenalkan dan memperkuat potensi alam, budaya, tradisi, kreativitas serta kehidupan masyarakat Wajo kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan berbagai atraksi dan kreativitas masyarakat. Festival juga dinilai dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat dan kebanggaan masyarakat terhadap identitas budaya Wajo.
Ia menekankan, pengembangan Festival Danau Tempe perlu berjalan seiring dengan pelestarian kebudayaan dan lingkungan. Selain itu, penguatan budaya lokal, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan festival.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bahkan mendorong agar Festival Danau Tempe dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga berpeluang masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata.
“Kalau bisa tiga tahun berturut-turut kegiatan ini dilakukan, ini bisa diusulkan menjadi KEN atau Kalender Event Nasional di Kementerian Pariwisata,” kata H. Amdi Mirna.
Sementara itu, Bupati Wajo Hj. Andi Rosman mengatakan Festival Danau Tempe merupakan agenda tahunan di Kabupaten Wajo sekaligus bentuk rasa syukur masyarakat atas keberadaan Danau Tempe yang memiliki nilai sejarah dan penting bagi kehidupan masyarakat.
“Danau Tempe adalah punya sejarah, punya hal yang lebih untuk kepentingan masyarakat Wajo. Kita bersyukur kita punya danau yang disebut namanya Danau Tempe,” ujar Andi Rosman.
Menurut Andi Rosman, pelaksanaan Festival Danau Tempe juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan pelaku UMKM yang menghadirkan berbagai produk lokal selama festival berlangsung.
“Di sekeliling kita para pedagang siap memberikan dan menampilkan produk-produk lokal masyarakat Wajo. Tentunya kami dan pemerintah daerah akan mendukung penuh dalam pelaksanaan kegiatan Festival Danau Tempe ini,” katanya.
Festival Danau Tempe 2026 berlangsung mulai 23 September hingga 5 Oktober 2026 dengan berbagai rangkaian kegiatan. Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi pertunjukan seni, lomba perahu dan dayung, fashion carnival, Tudang Sipulung, Wajo Berselawat, pemilihan Ana’dara dan Kallolo, serta berbagai kegiatan masyarakat lainnya.
Selain kegiatan seni dan hiburan, festival juga dirangkaikan dengan kegiatan yang menjadi bagian dari ekspresi rasa syukur masyarakat Wajo, salah satunya Manre’si Bulung. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan unsur budaya dan tradisi masyarakat dalam agenda Festival Danau Tempe 2026.
Pembukaan festival pada malam tersebut turut dimeriahkan pertunjukan seni dan penampilan artis ibu kota. Kehadiran berbagai hiburan tersebut membuat suasana Lapangan Merdeka Sengkang dipadati masyarakat yang datang untuk menyaksikan pembukaan Festival Danau Tempe 2026.
Bupati Wajo juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan rangkaian Festival Danau Tempe dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan hiburan, memberikan makna, dan memberikan keberkahan untuk masyarakat Wajo,” tutupnya.
Dengan berlangsungnya Festival Danau Tempe hingga 5 Oktober mendatang, Pemerintah Kabupaten Wajo berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan budaya, produk lokal, dan potensi pariwisata Wajo kepada masyarakat yang lebih luas.







