
Wamanews.id, 23 Maret – Lebaran di tanah Bugis, Sulawesi Selatan, bukan hanya tentang momen saling memaafkan, tetapi juga identik dengan sajian kuliner khas yang selalu hadir di setiap rumah. Hidangan-hidangan ini menjadi bagian penting dari tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Setiap makanan yang disajikan saat Idulfitri memiliki cita rasa khas yang kuat, mulai dari gurih santan hingga pedas rempah. Tidak heran jika kuliner Lebaran Bugis selalu berhasil menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Menariknya, beberapa hidangan memiliki bentuk atau penyajian yang berbeda, meskipun bahan dasarnya serupa. Hal ini menunjukkan kekayaan kuliner Bugis yang tidak hanya lezat, tetapi juga beragam.
Berikut 5 hidangan Lebaran khas Bugis yang wajib ada di meja:
1. Burasa
Burasa merupakan makanan berbahan dasar beras yang dimasak dengan santan dan dibungkus daun pisang. Rasanya gurih dan teksturnya lembut, membuatnya menjadi pendamping utama berbagai hidangan berkuah saat Lebaran.
2. Tumbu
Tumbu pada dasarnya memiliki bahan dan rasa yang sama dengan burasa. Perbedaannya terletak pada bentuknya yang memanjang, menyerupai gagang sapu ijuk.
Karena bentuknya yang unik, tumbu sering menjadi variasi menarik dalam penyajian hidangan Lebaran khas Bugis.
3. Nasu Likku
Nasu likku adalah olahan ayam khas Bugis yang dimasak dengan bumbu lengkuas. Cita rasanya gurih, sedikit pedas, dan kaya rempah, menjadikannya salah satu menu favorit saat Lebaran.
4. Tape
Tape khas Bugis umumnya dibuat dari fermentasi beras ketan, bukan singkong. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan asam yang segar.
Hidangan ini biasanya disajikan sebagai makanan penutup setelah menikmati hidangan utama saat Lebaran.
5. Nasu Palekko
Nasu palekko merupakan hidangan khas Bugis berbahan dasar bebek atau ayam yang dimasak dengan bumbu pedas dan rempah kuat. Rasanya yang khas dan pedas membuatnya menjadi favorit banyak orang.
Kuliner Lebaran khas Bugis bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang mempererat kebersamaan keluarga. Setiap hidangan membawa cerita dan kenangan yang selalu dirindukan setiap tahunnya.







