Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Denny Santoso di Pesta Wirausaha Wajo: Bisnis Stagnan? Mungkin ‘Peta’ di Kepala Anda Belum Update

Wamanews.id, 17 Januari 2026 – Pakar pemasaran dan bisnis, Denny Santoso, hadir memberikan insight mendalam bagi para pengusaha di acara Pesta Wirausaha Wajo 2026. Dalam sesi materinya, Denny menekankan bahwa kegagalan atau hambatan dalam bisnis seringkali bukan berasal dari faktor eksternal, melainkan dari “peta” atau pola pikir yang sudah kedaluwarsa di dalam kepala pemiliknya.

Denny menjelaskan bahwa banyak orang terjebak dalam emosi masa lalu yang menghambat kemajuan masa depan. Ia mencontohkan bagaimana rasa dendam atau trauma kegagalan bisnis—seperti ditipu di masa lalu—terus menghantui meskipun kejadiannya sudah lewat bertahun-tahun.

Sumber: TDA WAJO

“Kita itu sering kali addicted atau kecanduan dengan perasaan masa lalu. Masa depan ingin kaya, tapi yang dirasakan terus perasaan saat ditipu kemarin. Itu tidak nyambung,” ujar Denny di hadapan ratusan peserta. 

Menurutnya, jika foto atau memori di kepala tidak pernah diperbarui (update), maka respon seseorang terhadap realitas saat ini akan selalu salah.

Lebih lanjut, Denny memaparkan bahwa segala kejadian di dunia hanyalah data netral yang tidak memiliki arti sampai manusia memberinya makna. Ia mencontohkan fenomena naik turunnya nilai kurs dolar yang bisa diartikan sebagai musibah bagi importir, namun menjadi peluang bagi eksportir.

“Data itu tidak ada artinya. Begitu masuk ke kepala kita melalui pancaindra, kepala kitalah yang memberi arti berdasarkan belief (keyakinan) dan identitas kita,” jelasnya. 

Dalam menjelaskan cara kerja otak, Denny memperkenalkan model VAKOG (Visual, Auditory, Kinesthetic, Olfactory, Gustatory).

Model ini menjelaskan bagaimana otak merekam pengalaman secara lengkap, mulai dari apa yang dilihat hingga apa yang dirasakan.

“Semua perilaku orang, seburuk apa pun caranya, pasti punya niat baik atau intensi positif bagi pelakunya. Jika kita bisa memisahkan antara niat baik dan cara yang salah, kita akan lebih mudah mengelola emosi dalam bisnis,” tambahnya.

Pesan untuk Wirausahawan

Menutup materinya, Denny berpesan agar para wirausahawan terus menaikkan kapasitas diri dan memperbarui konsep berpikir mereka. Ia menekankan bahwa benar atau salah hanyalah masalah kecocokan informasi dengan apa yang sudah ada di kepala seseorang.

“Jika Anda ingin bisnis bertumbuh, pastikan meteran atau standar di kepala Anda juga diperbaiki. Jangan sampai Anda memaksa versi ‘benar’ Anda kepada orang lain yang memiliki realitas berbeda,” pungkasnya.

Penulis

Related Articles

Back to top button