Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Daftar Kota Terbaik Dunia 2025 Dirilis: Asia Cuma Punya 1 Wakil!

Wamanews.id, 19 Juni 2025 – Setelah tiga tahun berturut-turut merajai puncak daftar tahunan Economist Intelligence Unit (EIU) sebagai kota paling layak huni di dunia, ibu kota Austria, Wina, akhirnya harus menyerahkan mahkotanya. Kini, gelar prestisius tersebut resmi disandang oleh ibu kota Denmark, Copenhagen, yang menempati posisi pertama dalam daftar Kota Paling Layak Huni di Dunia 2025. 

Pergeseran ini menjadi sorotan utama dalam laporan EIU terbaru yang dirilis, Rabu (18/6/2025). Laporan EIU ini melakukan penilaian komprehensif terhadap 173 kota di seluruh dunia, berdasarkan lima kategori kunci yang menentukan kualitas hidup: stabilitas, layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lingkungan. Setiap kota diberikan skor berdasarkan indikator-indikator tersebut, yang kemudian menentukan peringkat kelayakan huni mereka.

Copenhagen berhasil merebut posisi teratas berkat pencapaian luar biasa. Kota ini meraih nilai sempurna di tiga kategori utama: stabilitas, pendidikan, dan infrastruktur. Performa impresif ini menunjukkan konsistensi dan kualitas layanan publik yang sangat tinggi di ibu kota Denmark tersebut, menjadikannya model bagi kota-kota lain di dunia.

Sementara itu, Wina, yang sebelumnya mendominasi, kini harus puas berada di posisi kedua, berbagi tempat dengan kota Zurich di Swiss. Melbourne di Australia berhasil mempertahankan posisi keempatnya yang solid, dan Jenewa di Swiss melengkapi lima besar dengan menempati posisi kelima.

Meskipun Wina masih berada di posisi Top 3, ada faktor signifikan yang menyebabkan penurunannya dari puncak. Skor Wina dalam kategori stabilitas turun drastis. Penurunan tajam ini dikaitkan dengan insiden baru-baru ini, termasuk ancaman bom di konser Taylor Swift musim panas lalu, yang menyebabkan acara besar tersebut dibatalkan. Insiden ini, meskipun tunggal, cukup untuk mengguncang persepsi EIU terhadap stabilitas kota yang sebelumnya dikenal sangat aman.

“Tekanan pada stabilitas telah menyebabkan Wina kehilangan posisinya sebagai kota paling layak huni setelah tiga tahun,” kata Barsali Bhattacharyya, wakil direktur industri di EIU, dalam sebuah pernyataan. Hal ini menunjukkan bahwa insiden keamanan, sekecil apa pun, dapat memiliki dampak signifikan pada persepsi kelayakan huni suatu kota.

Wina bukan satu-satunya kota yang mengalami penurunan dalam kategori yang sebelumnya menjadi kekuatan mereka. Calgary, kota di Kanada yang menempati posisi kelima pada tahun 2024, bahkan keluar dari 10 besar tahun ini, merosot ke posisi ke-18. 

Penurunan ini disebabkan oleh skor layanan kesehatan yang lebih rendah, senada dengan tiga kota Kanada lainnya. Masalah daftar tunggu yang panjang untuk pemeriksaan medis dan kekurangan staf di fasilitas medis dan rumah sakit di negara tersebut menjadi faktor utama.

Kota-kota di Inggris, seperti London, Manchester, dan Edinburgh, juga mengalami penurunan peringkat. Ini menyusul skor stabilitas yang lebih rendah setelah periode kerusuhan dan keresahan di Inggris tahun lalu, yang dipicu oleh kampanye misinformasi anti-imigran dan kemarahan atas serangan penusukan di Southport, Inggris utara.

Dalam laporan ini, ada kabar gembira yang patut dirayakan oleh Indonesia. Jakarta, Ibu Kota Indonesia, berhasil naik 10 peringkat, dari peringkat 142 pada tahun 2024 ke peringkat 132 pada tahun 2025. Peningkatan ini berkat perbaikan signifikan dalam stabilitas kotanya, sebuah indikator positif bagi iklim investasi dan kualitas hidup di Jakarta.

Namun, di antara 10 kota teratas, hanya ada satu wakil dari Asia, yaitu Osaka, Jepang, yang menempati posisi ketujuh. Dominasi kota-kota dari Eropa, Australia, dan Kanada masih sangat jelas dalam daftar teratas.

Di bagian paling bawah daftar, situasi tidak banyak berubah. Damaskus, Suriah, masih menempati peringkat sebagai kota paling tidak layak huni di dunia, enam bulan setelah jatuhnya mantan presiden Bashar al-Assad. Tripoli di Libya berada tepat di atasnya. 

Ibu kota Bangladesh, Dhaka, berada di posisi ketiga dari bawah, sementara Karachi di Pakistan dan Algiers di Aljazair berada di posisi keempat dan kelima sebagai kota paling tidak layak huni.

Berikut adalah daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia 2025 versi EIU:

  1. Copenhagen, Denmark
  2. Wina, Austria
  3. Zurich, Swiss
  4. Melbourne, Australia
  5. Jenewa, Swiss
  6. Sydney, Australia
  7. Osaka, Jepang
  8. Auckland, Selandia Baru
  9. Adelaide, Australia
  10. Vancouver, Kanada

Laporan EIU ini sekali lagi menegaskan bahwa faktor stabilitas dan kualitas layanan publik yang konsisten adalah kunci utama dalam menciptakan kota yang layak huni. Sementara Jakarta menunjukkan kemajuan, masih banyak pekerjaan rumah untuk bisa menembus jajaran teratas.

Penulis

Related Articles

Back to top button