Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Bukan Spons! Mengenal Tepung Hunkwe, Rahasia Tekstur Kenyal Es Gabus yang Legendaris

Wamanews.id, 29 Januari 2026 – Belakangan ini, nama “Es Gabus” atau es kue jadul kembali mencuat ke permukaan. Sayangnya, kepopulerannya kali ini diawali oleh sebuah polemik yang cukup memprihatinkan. Seorang pedagang es di Kemayoran, Jakarta Pusat, sempat menjadi bulan-bulanan karena dituduh menggunakan spons sebagai bahan dasar dagangannya. Tekstur es yang empuk dan berpori dianggap mencurigakan oleh pihak-pihak yang kurang memahami karakteristik kuliner tradisional.

Namun, kebenaran akhirnya terungkap melalui uji laboratorium. Es yang dituduh berbahaya tersebut nyatanya murni terbuat dari tepung hunkwe. Bahan ini bukan hanya aman, tetapi telah menjadi fondasi jajanan nusantara selama puluhan tahun. Mari kita kupas lebih dalam mengenai bahan legendaris ini agar tidak ada lagi salah paham di masa depan.

Es gabus atau es kue bukan sekadar jajanan pinggir jalan biasa. Kuliner ini menyimpan jejak sejarah panjang yang dipercaya sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Keunikan teksturnya merupakan hasil akulturasi budaya, terutama pengaruh kuliner China yang memperkenalkan penggunaan tepung hunkwe di Indonesia.

Pada era 1980-an hingga 1990-an, es gabus adalah “raja” di kantin-kantin sekolah dasar. Warnanya yang berlapis menyerupai pelangi dengan rasa manis yang lembut menjadikannya favorit anak-anak kala itu. Penamaan “gabus” sendiri diberikan karena teksturnya yang kenyal namun padat, mirip dengan serat gabus atau spons ketika digigit, tetapi langsung lumer di mulut.

Tepung hunkwe sebenarnya adalah pati yang diekstraksi dari kacang hijau (mung bean). Inilah yang membuatnya menjadi bahan makanan yang relatif sehat dan bernutrisi. Berikut adalah beberapa keunggulan tepung hunkwe sebagai bahan dasar makanan:

  • Bebas Pengawet: Secara tradisional, adonan es gabus hanya memerlukan bahan-bahan sederhana tanpa perlu zat kimia tambahan.
  • Mudah Dicerna: Pati kacang hijau dikenal ramah bagi lambung dan memberikan rasa kenyang yang nyaman.
  • Tekstur Unik: Berbeda dengan tepung terigu atau tapioka, hunkwe menghasilkan tekstur yang lebih “set” (padat) namun tetap lembut saat dingin.

Meskipun sempat tergeser oleh gempuran es krim kekinian dan gelato, es gabus kini mulai kembali diminati sebagai camilan nostalgia. Para penjual kreatif mulai melakukan inovasi agar jajanan ini bisa diterima oleh lidah generasi Z.

“Inovasi adalah cara terbaik menjaga tradisi. Sekarang, es gabus tidak hanya rasa vanila atau cokelat. Banyak yang mulai memadukannya dengan matcha, kopi, bahkan keju,” tulis ulasan kuliner di laman detikFood.

Penggunaan pewarna pun kini lebih diperhatikan dengan beralih ke pewarna alami seperti daun pandan untuk warna hijau atau buah naga untuk warna merah muda, sehingga tampilannya lebih menarik tanpa mengesampingkan faktor kesehatan.

Bagi Anda yang kesulitan menemukan penjual es gabus di sekitar rumah, jangan khawatir. Anda bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang sangat terjangkau. Berikut adalah panduannya:

Daftar Bahan Utama

BahanTakaran
Tepung Hunkwe200 Gram
Gula Pasir350 Gram
Air Matang750 ml
Santan Instan2 Bungkus (Kara)
Susu Kental Manis3 Saset
Vanili & PewarnaSecukupnya

Langkah-Langkah Pembuatan:

  1. Pencampuran: Campurkan tepung hunkwe, air, gula, susu kental manis, vanili, dan santan dalam satu wadah besar. Aduk hingga benar-benar rata dan tidak ada gumpalan.
  2. Pemberian Warna: Bagi adonan menjadi tiga bagian (atau sesuai selera). Tambahkan pewarna makanan yang berbeda pada tiap bagian.
  3. Memasak Adonan: Masak adonan satu per satu di atas api kecil. Aduk terus hingga mengental dan meletup-letup.
  4. Penyusunan: Tuang adonan pertama ke dalam loyang yang sudah dialasi plastik. Tunggu hingga agak mengeras, lalu tuang adonan warna kedua di atasnya, begitu seterusnya.
  5. Pembekuan: Diamkan adonan di suhu ruang selama 2 jam, lalu potong-potong sesuai selera. Bungkus dengan plastik kecil dan simpan di dalam freezer hingga beku sempurna.

Kejadian viral di Kemayoran seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak terburu-buru memberikan stigma negatif terhadap pedagang kecil. Tekstur es gabus yang mirip spons bukanlah indikasi bahan berbahaya, melainkan bukti keunikan tepung hunkwe yang legendaris.

Dengan bahan yang aman dan proses pembuatan yang higienis, es gabus tetap menjadi salah satu warisan kuliner yang patut kita lestarikan. Jadi, siap untuk bernostalgia dengan sepotong es gabus dingin hari ini?

Penulis

Related Articles

Back to top button