BBM Semakin Langka, Pertalite Malah Dijual Online Rp35 Ribu

Wamanews.id, 12 September 2026 – Fenomena mengejutkan terjadi di tengah krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar yang memicu antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi di jalur resmi, Pertalite justru marak dijual bebas secara daring melalui platform marketplace Facebook dengan harga melonjak tajam.
Berdasarkan pantauan di media sosial, BBM jenis Pertalite tersebut dijajakan dalam kemasan botol plastik hingga jeriken. Penjual mematok harga Rp35.000 untuk botol ukuran 1,5 liter dan Rp15.000 untuk kemasan botol air mineral kecil. Pengunggah juga menyertakan lokasi titik penjualan yang berada di kawasan Kota Makassar. Praktik penjualan BBM di atas harga eceran tertinggi memanfaatkan momen kelangkaan ini langsung memicu sorotan tajam dari pihak pimpinan Pertamina di daerah.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyayangkan adanya aksi spekulasi yang memanfaatkan kondisi krisis di lapangan demi meraih keuntungan pribadi.
“Kami menyayangkan hal ini. Kami berharap masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak memanfaatkan kondisi yang terjadi untuk keuntungan pribadi,” tegas Lilik saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).
Lilik menjelaskan bahwa meski penjualan kembali dari aspek regulasi umum tidak dilarang, tindakan mematok harga terlampau tinggi di tengah penderitaan warga sangat tidak beretika.
“Kalau dari kami tidak menyarankan hal demikian, lebih ke etika. Di saat kondisi begini malah dimanfaatkan,” tambahnya.
Di tengah polemik antrean panjang dan maraknya penjualan eceran online, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM untuk wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam kondisi sangat aman dan mencukupi.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengungkapkan bahwa pihak Pertamina telah mengambil berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran pasokan dari depot hingga ke tangan masyarakat. Langkah tersebut meliputi pemantauan kondisi stok secara berkala, penyesuaian volume penyaluran, serta optimalisasi pelayanan langsung di lapangan.
“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk menganticipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” terang Deny.
Data internal penyaluran menunjukkan adanya lonjakan konsumsi harian BBM di wilayah Sulsel. Rata-rata konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 tercatat naik sebesar 14,6 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei 2026. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas angkutan logistik, aktivitas transportasi umum, dan sektor ekonomi warga.
Merespons peningkatan permintaan tersebut, Pertamina telah menambah alokasi penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di Sulsel.
Selain menambah kuota penyaluran harian, Pertamina melancarkan skema percepatan distribusi melalui pemajuan jam operasional depot suplai serta pengoperasian armada mobil tangki tambahan via skema spot charter. Untuk SPBU dengan tingkat antrean tinggi, Pertamina siap menambah pasokan hingga 15 persen di atas kuota normal.
Sebagai langkah konkret mengurai antrean kendaraan di Kota Makassar, sejumlah SPBU strategis disiagakan untuk beroperasi penuh selama 24 jam.
“SPBU yang ditetapkan akan beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat. Kami terus menjaga distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia dan pelayanan dapat berjalan dengan baik,” pungkas Deny.







