Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Awan Hitam di Bulusaraung: Menilik Kembali 10 Tragedi Penerbangan Paling Mematikan di Indonesia

Wamanews.id, 20 Januari 2026 – Dunia penerbangan Indonesia kembali berduka. Insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026), menjadi pengingat pahit akan risiko tinggi dalam industri kedirgantaraan. Peristiwa ini menambah panjang catatan hitam kecelakaan pesawat di tanah air yang telah merenggut ribuan nyawa selama beberapa dekade terakhir.

Pesawat nahas rute Yogyakarta-Makassar tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta 7 kru pesawat. Setelah dinyatakan hilang kontak pada Sabtu siang pukul 13.17 WITA, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan puing-puing pesawat di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pada Minggu (18/1/2026).

Tragedi ini seolah membuka kembali luka lama. Berdasarkan catatan sejarah, setidaknya terdapat 10 tragedi penerbangan paling mematikan di Indonesia sejak tahun 1995 hingga awal 2026 ini. Berikut adalah ringkasannya:

1. ATR 42-500 (2026) – Gunung Bulusaraung

Pesawat sewaan KKP ini jatuh di medan ekstrem perbatasan Maros-Pangkep. Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian serpihan pesawat masih terus dilakukan oleh Basarnas Makassar di kedalaman jurang sekitar 200 meter.

2. Sriwijaya Air SJ182 (2021)

Pada 9 Januari 2021, pesawat rute Jakarta-Pontianak ini jatuh di perairan Kepulauan Seribu hanya beberapa menit setelah lepas landas. Seluruh 62 penumpang dan kru dinyatakan tewas. Investigasi KNKT menyimpulkan adanya gangguan pada sistem throttle mekanikal yang tidak terpantau dengan benar oleh pilot.

3. Lion Air JT-610 (2018)

Menjadi salah satu kecelakaan paling disorot dunia, Lion Air JT-610 jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018. Tragedi ini menewaskan 189 orang. Penyebab utamanya adalah kegagalan sistem MCAS pada pesawat Boeing 737 MAX yang tidak tercantum dalam buku panduan pelatihan pilot.

4. Trigana Air Service 267 (2015)

Pesawat ATR 42 milik Trigana Air menabrak Gunung Tangok dalam penerbangan menuju Oksibil, Papua, pada 16 Agustus 2015. Seluruh 54 orang di dalamnya tewas, menjadikan insiden ini sebagai kecelakaan paling mematikan yang melibatkan jenis pesawat ATR 42 sebelum insiden di Bulusaraung terjadi.

5. AirAsia Indonesia QZ8501 (2014)

Pesawat rute Surabaya-Singapura ini jatuh di Laut Jawa pada 28 Desember 2014. Sebanyak 162 orang tewas setelah pesawat mengalami stall akibat kehilangan daya angkat di tengah cuaca buruk. Tragedi ini tercatat sebagai kecelakaan udara terburuk ketiga dalam sejarah Indonesia.

6. Sukhoi Superjet 100 (2012)

Dalam sebuah penerbangan demonstrasi (demo flight) pada 9 Mei 2012, pesawat asal Rusia ini menabrak tebing Gunung Salak, Jawa Barat. Sebanyak 45 orang, termasuk sejumlah jurnalis, tewas seketika saat pesawat menghantam tebing di ketinggian 6.250 kaki.

7. Merpati Nusantara Airlines 9760 (2009)

Pada 2 Agustus 2009, pesawat Merpati rute Jayapura-Oksibil hilang kontak dan ditemukan hancur di pegunungan Papua. 16 orang tewas dalam insiden yang diduga kuat disebabkan oleh kesalahan pilot (pilot error) dan minimnya kerja sama maskapai dalam investigasi.

8. Garuda Indonesia GA-200 (2007)

Pesawat Boeing 737-497 ini tergelincir dan terbakar saat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada 7 Maret 2007. Meskipun 119 orang berhasil selamat, 21 penumpang lainnya tewas akibat kobaran api yang menghanguskan badan pesawat di area persawahan.

9. Adam Air DHI-574 (2007)

Tragedi Tahun Baru 2007 ditandai dengan jatuhnya Adam Air di Selat Makassar, dekat perairan Majene. Pesawat yang mengangkut 102 orang ini hilang tanpa jejak di kedalaman laut 2.000 meter. Kotak hitam baru ditemukan berbulan-bulan kemudian, mengungkap adanya kegagalan sistem navigasi IRS yang gagal ditangani pilot secara tepat.

10. Garuda Indonesia GA-152 (1995)

Hingga detik ini, kecelakaan Garuda Indonesia di Buah Nabar, Sumatera Utara, pada 26 September 1995, tetap menjadi tragedi penerbangan paling mematikan dalam sejarah Indonesia. Pesawat rute Jakarta-Medan ini menabrak gunung saat hendak mendarat, menewaskan seluruh 234 orang di dalamnya.

Deretan tragedi ini menjadi catatan penting bagi otoritas penerbangan nasional untuk terus memperketat pengawasan keselamatan udara. Setiap serpihan yang ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung hari ini adalah pesan kuat bahwa aspek keselamatan tidak boleh dikompromikan sedikit pun.

Penulis

Related Articles

Back to top button