Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Ancaman El Nino, Pemprov Sulsel Siagakan 300 Pompa Air dan Tanggap Karhutla 

Wamanews.id, 7 Agustus 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memperketat langkah mitigasi dalam menghadapi ancaman puncak musim kemarau yang diperparah oleh fenomena iklim El Nino. Selain menyiagakan personil penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemprov Sulsel turut mengerahkan 300 unit pompa air untuk mengamankan sektor pertanian daerah.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan penuh.

Fokus utama penanganan kini terbagi dua, yakni penyediaan pasokan air bersih bagi masyarakat serta pengamanan ketahanan pangan lokal di tengah ancaman kekeringan lahan pertanian.

“Di wilayah perkotaan kami fokus pada mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan. Tim tanggap karhutla sudah disiagakan di sejumlah daerah. Untuk kebutuhan air bersih, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar distribusinya tepat sasaran,” ujar Andi Sudirman pada Kamis (6/8/2026).

Di sektor ketahanan pangan, Pemprov Sulsel mengalokasikan sebanyak 300 unit bantuan pompa air untuk disalurkan ke wilayah-wilayah pertanian vital. Langkah proaktif ini diambil karena sebagian besar kawasan persawahan di Sulsel saat ini sedang memasuki fase vegetatif atau pertumbuhan tanaman yang membutuhkan asupan air optimal.

Hingga saat ini, pihak Pemprov Sulsel telah mencatat serta memproses permohonan bantuan irigasi untuk sekitar 100 titik lokasi pertanian yang tersebar di berbagai daerah.

“Saat ini sudah ada sekitar 100 titik yang mengajukan permohonan dan sedang diproses. Bantuan ini diprioritaskan bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan akibat El Nino,” terang Andi Sudirman.

Gubernur menegaskan bahwa meskipun laporan kekeringan mulai bermunculan di 100 titik penanganan, hingga kini belum ada laporan kasus gagal panen (puso) di Sulawesi Selatan. Intervensi pompa air diharapkan mampu mencegah potensi gagal panen tersebut secara dini.

Tabel: Peta Status dan Sebaran Mitigasi Kekeringan El Nino di Sulsel

Wilayah / SektorStatus & Bentuk Penanganan Bencana
Kota MakassarStatus Tanggap Darurat – Antisispasi krisis air bersih perkotaan.
Kota ParepareStatus Tanggap Darurat – Distribusi air bersih & koordinasi Karhutla.
Kabupaten PinrangStatus Tanggap Darurat – Penanganan krisis air & pengamanan irigasi.
Kabupaten EnrekangStatus Tanggap Darurat – Antisispasi kekeringan lahan & air bersih.
Kab. Kepulauan SelayarStatus Tanggap Darurat – Mitigasi dampak kemarau pulau luar.
Sektor Pertanian SulselPenyaluran 300 unit pompa air untuk 100 titik rawan.

Seiring dengan meningkatnya suhu udara dan surutnya pasokan sumber air, kondisi di beberapa daerah telah memasuki tahap kritis. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada lima daerah yang secara resmi menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

Kelima daerah tersebut meliputi Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Lima daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan yaitu Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang, dan Selayar,” beber Amson Padolo.

Guna mencegah dampak kekeringan semakin meluas, BPBD Sulsel terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah, instansi teknis, serta lembaga penyalur air bersih. Langkah taktis yang disiapkan meliputi pendistribusian air bersih dengan mobil tangki ke permukiman warga hingga pemantauan titik panas (hotspot) potensi karhutla di kawasan hutan daerah. 

Penulis

Related Articles

Back to top button