Pemkot Makassar Janjikan Apresiasi untuk Atlet Berprestasi di Porprov XVIII Sulsel 2026

Wamanews.id, 28 Oktober 2026 – Pemerintah Kota Makassar memastikan akan memberikan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026. Besaran dan skema pemberian apresiasi tersebut saat ini masih dalam proses penghitungan.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat melepas keberangkatan kontingen Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Selasa (27/10/2026).
Menurut Munafri yang akrab disapa Appi, bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan dan perhatian pemerintah atas perjuangan para atlet yang akan membawa nama baik Kota Makassar di tingkat provinsi.
“Kami sedang menghitung benar-benar, tetapi insya Allah akan ada bonus yang disiapkan,” ujar Appi di hadapan ratusan atlet dan ofisial.
Ia berharap janji bonus ini bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh atlet untuk tampil maksimal dan memberikan prestasi terbaik. Ia berpesan agar seluruh kontingen mempertahankan gelar juara umum.
Porprov XVIII Sulsel 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7-14 November 2026 di dua kabupaten, yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Pada edisi kali ini, Makassar memasang target minimal 200 medali emas.
Untuk mencapai target tersebut, Makassar menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 824 atlet yang terdiri dari 483 atlet putra dan 341 atlet putri. Mereka akan berlaga di seluruh 45 cabang olahraga utama yang dipertandingkan.
Rinciannya, dari 45 cabor tersebut, sebanyak 24 cabor akan dipertandingkan di Kabupaten Bone, sedangkan 21 cabor lainnya berlangsung di Kabupaten Wajo. Selain itu, Makassar juga akan berpartisipasi dalam empat cabor ekshibisi.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, yang dipercaya sebagai Ketua Kontingen, menyampaikan kesiapan kontingen. Seluruh atlet akan didukung penuh oleh pelatih, ofisial, mekanik, serta personel pendukung lainnya.
Tidak hanya soal bonus, Pemkot Makassar juga menegaskan komitmen untuk memperkuat pembinaan olahraga ke depan. Menurut Munafri, dukungan tidak boleh hanya berorientasi pada penghargaan setelah kompetisi, tetapi juga penyediaan infrastruktur dan fasilitas latihan yang memadai serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan sarana olahraga.







