Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Kesehatan

Tetap Sehat di Tengah Polusi Asap Karhutla

Wamanews.id, 15 Oktober 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan penurunan kualitas udara akibat asap yang mengandung partikel berbahaya bagi kesehatan. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan mata. Partikel halus dalam asap juga dapat menembus lebih dalam ke paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan yang lebih serius.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 21 Agustus 2026. Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.

Kemenkes RI juga menjelaskan bahwa paparan partikel halus PM2.5 dalam asap dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan riwayat asma dan penyakit paru. Masyarakat juga diimbau untuk memantau indeks kualitas udara secara berkala dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti sesak napas, batuk menetap, atau nyeri dada.

7 Tips Menjaga Kesehatan di Tengah Polusi Asap Karhutla :

1. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Kurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Jika memungkinkan, tunda kegiatan atau aktivitas fisik di luar ruangan hingga kondisi udara membaik.

2. Gunakan Masker yang Tepat

Gunakan masker respirator seperti N95 atau KN95 ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Masker ini dapat membantu menyaring partikel halus dari asap, berbeda dengan masker kain biasa yang perlindungannya terbatas.

3. Jaga Kebersihan Lingkungan dan Hindari Pembakaran Sampah

Pastikan lingkungan tetap bersih dan hindari membakar sampah karena dapat menambah pencemaran udara. Tutup jendela ketika asap masuk ke lingkungan rumah dan bersihkan debu menggunakan kain lembap.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara teratur. Hal ini membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, meski perlu diingat bahwa minum air putih tidak secara langsung menghilangkan dampak partikel asap yang terhirup.

5. Jaga Kualitas Udara di Dalam Rumah

Tutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah ketika asap berada di luar. Jika tersedia, gunakan pembersih udara atau biasa disebut air purifier. Air purifier yang dilengkapi filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) dapat membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan.

6. Pantau Kualitas Udara Secara Berkala

Periksa informasi kualitas udara melalui sumber resmi sebelum beraktivitas di luar rumah. Sesuaikan kegiatan sehari-hari dengan tingkat pencemaran udara dan hindari aktivitas berat ketika kualitas udara memburuk.

7. Kenali Gejala Gangguan Kesehatan

Waspadai gejala seperti batuk, iritasi mata, sesak napas, atau nyeri dada. Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat atau nyeri dada, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit pernapasan.

Penulis: Masdiana

Penulis

Related Articles

Back to top button