Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Catat, Ini Pemetaan Status 11 Gunung Api di Sulawesi dan Maluku

Wamanews.id, 9 September 2026 – Kawasan Indonesia Timur, khususnya wilayah Sulawesi Bagian Utara dan Kepulauan Maluku, dikenal sebagai salah satu area dengan konsentrasi gunung api aktif cukup tinggi di Indonesia. Memasuki periode September 2026, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memantau aktivitas sedikitnya 11 gunung api yang tersebar di Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara.

Berdasarkan pemantauan visual serta kegempaan terkini, sebagian gunung api tersebut berada pada Status Level II (Waspada), sementara sebagian lainnya berada dalam Status Level I (Normal). Peta sebaran status gunung api ini menjadi rujukan penting bagi pemetaan mitigasi bencana serta keselamatan aktivitas warga setempat.

Daftar Gunung Api Berstatus Waspada (Level II) di Sulawesi

Provinsi Sulawesi Utara menjadi daerah utama penopang deretan gunung api aktif di Pulau Sulawesi. Saat ini, terdapat empat gunung berapi di Sulut yang berada dalam pengawasan ketat dengan Status Waspada:

  1. Gunung Awu: Berlokasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan ketinggian 1.320 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung tipe A ini memiliki karakteristik erupsi mirip tipe Saint Vincent atau Vulcano yang berpotensi menghasilkan lontaran material secara mendadak.
  2. Gunung Karangetang: Terletak di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), dengan ketinggian 1.827 mdpl. Sebagai salah satu gunung api teraktif di Indonesia, Karangetang kerap mengalami erupsi efusif serta luncuran lava pijar dari kawahnya.
  3. Gunung Lokon: Berada di Kota Tomohon dengan ketinggian 1.580 mdpl. Berjarak sekitar 20 kilometer di sebelah selatan Kota Manado, Gunung Lokon dikenal memiliki frekuensi aktivitas vulkanik yang relatif tinggi.
  4. Gunung Soputan: Berada di batas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara dengan ketinggian 1.784 mdpl. Berjarak sekitar 50–55 kilometer dari Manado, gunung tipe A ini memiliki riwayat letusan eksplosif yang menghasilkan kolom abu tinggi.

Daftar Gunung Api Berstatus Waspada (Level II) di Maluku & Maluku Utara

Sementara itu di wilayah Kepulauan Maluku, terdapat empat gunung api aktif yang juga ditetapkan berada pada Status Level II (Waspada):

  1. Gunung Ibu: Berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan ketinggian 1.340 mdpl. Gunung ini secara rutin mengalami erupsi letusan yang melontarkan abu vulkanik hingga ribuan meter di atas kawah seluas 1 kilometer tersebut.
  2. Gunung Dukono: Terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, dengan ketinggian 1.087–1.235 mdpl. Dukono sangat terkenal dengan aktivitas erupsi abu vulkanis yang terjadi secara konstan hampir setiap hari.
  3. Gunung Gamalama: Berada tepat di Pulau Ternate, Maluku Utara, dengan ketinggian 1.716 mdpl. Tubuh gunung ini mencakup keseluruhan Pulau Ternate, di mana pusat pemukiman warga berada tepat di lerengnya.
  4. Gunung Banda Api: Terletak di Kepulauan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Gunung berketinggian 656 mdpl ini mendapat julukan Etna van Indonesia karena keaktifan sejarah erupsinya di tengah perairan Banda.

Gunung Api Berstatus Normal (Level I)

Di samping delapan gunung yang berstatus Waspada, terdapat tiga gunung api lainnya di wilayah Sulawesi dan Maluku yang saat ini berada dalam kondisi aman atau Status Level I (Normal):

  • Gunung Ambang (Sulawesi Utara): Terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow dengan ketinggian 1.795 mdpl. Gunung ini memiliki beberapa bidang solfatara namun aktivitasnya relatif stabil.
  • Gunung Ruang (Sulawesi Utara): Berada di Kabupaten Sitaro dengan ketinggian 725 mdpl membentuk pulau tersendiri dengan diameter kawah sekitar 500 meter.
  • Gunung Gamkonora (Maluku Utara): Merupakan puncaknya Pulau Halmahera dengan ketinggian 1.635 mdpl. Gunung tipe strato ini saat ini tercatat dalam kondisi aktivitas dasar.

Pihak otoritas terkait mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun nelayan untuk tetap mematuhi radius aman yang telah ditetapkan bagi masing-masing gunung api berstatus Waspada demi mencegah risiko bahaya erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Penulis

Related Articles

Back to top button