Lolos Seleksi Ketat, Siswa SMAN 7 Pinrang Tembus Konferensi Harvard University

Wamanews.id, 21 Agustus 2026 – Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali diukir oleh pelajar asal Sulawesi Selatan. Muh Fadil (16), seorang siswa kelas XI dari SMAN 7 Pinrang, berhasil lolos seleksi ketat dan terpilih menjadi salah satu delegasi perwakilan Indonesia dalam ajang Harvard Project for Asian and International Relations(HPAIR) 2026 yang berpusat di Hanoi, Vietnam.
Konferensi tingkat dunia yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa di bawah naungan Harvard University ini menjaring puluhan ribu peserta dari berbagai belahan dunia.
“Alhamdulillah, saya terpilih dan lolos mengikuti Harvard Project for Asian and International Relations yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Harvard,” kata Fadil saat dikonfirmasi pada Kamis (20/8/2026).
Pelajar yang memiliki hobi membaca ini mengungkapkan bahwa proses seleksi untuk menembus ajang HPAIR sangatlah ketat dan kompetitif. Tercatat ada sekitar 50.000 pendaftar dari seluruh dunia yang bersaing. Dari jumlah tersebut, panitia menyaring hingga menjadi 500 peserta terbaik yang berhak masuk ke tahap wawancara.
“Dari puluhan ribu pendaftar global disaring menjadi 500 orang untuk masuk tahap wawancara. Masyaallah sekali saya bisa lolos. Untuk perwakilan dari Indonesia yang baru terpublikasi secara resmi baru ada dua orang, dan saya salah satunya,” beber Fadil dengan rasa syukur.
Siswa yang bercita-cita menjadi seorang diplomat ini memaparkan bahwa rangkaian tahapan seleksi dimulai dari pengajuan portofolio rekam jejak prestasi, penyusunan esai ilmiah dengan tema khusus Reign and Resolve, hingga tahap akhir berupa wawancara langsung menggunakan bahasa Inggris.
Dalam tahap penulisan esai, Fadil mengusung karya berjudul “From Pinrang to the Global Stage: A Young Voice for Asia’s Future”. Gagasan dan argumen yang ia tuangkan dalam esai tersebut sukses memikat dewan juri hingga mengantarkannya ke sesi wawancara akhir.
Konferensi HPAIR 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (21–23/8/2026). Konferensi dilaksanakan secara hibrida (hybrid), yakni tatap muka langsung (offline) di Hanoi, Vietnam, serta secara dalam jaringan (online/daring) melalui platform Zoom Meeting.
“Saya mengikuti konferensi secara virtual karena mempertimbangkan kebutuhan biaya yang cukup besar jika harus berangkat langsung ke lokasi,” jelasnya.
Meski hadir secara virtual, ajang HPAIR menyajikan diskusi tingkat tinggi karena dihadiri oleh deretan tokoh ternama dunia. Di antaranya Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Mantan Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung, CEO Quora Adam D’Angelo, hingga Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Fadil berharap pengalaman dan raihan sertifikat resmi dari Harvard University ini dapat membukakan jalan baginya untuk meraih impian melanjutkan studi pendidikan tinggi di Harvard University di masa depan.
Sementara itu, Kepala SMAN 7 Pinrang, Ikhwan Matu, menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian anak didiknya. Fadil mencatatkan sejarah sebagai siswa pertama dari SMAN 7 Pinrang yang berhasil menembus forum konferensi internasional skala global.
“Pihak sekolah senantiasa memotivasi dan mendorong para siswa agar berani mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Fadil ini memang anak yang luar biasa, berdedikasi, dan banyak belajar secara otodidak. Kami dari sekolah tentu mendukung penuh seluruh kebutuhan belajarnya,” pungkas Ikhwan.







