Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

Beredar Rumor Menyemprot Parfum di Leher Picu Kanker Tiroid, Cek Fakta di Sini! 

Wamanews.id, 30 Juni 2026 – Menggunakan parfum atau wewangian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian masyarakat modern untuk menunjang rasa percaya diri. Salah satu titik semprot yang paling favorit dan sering direkomendasikan adalah area leher, karena pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit di area tersebut dinilai mampu membuat aroma parfum bertahan lebih lama.

Namun, belakangan ini muncul keresahan di tengah masyarakat akibat beredarnya anggapan yang menyebutkan bahwa menyemprotkan parfum secara langsung ke area leher dapat memicu kanker tiroid. Isu ini sontak membuat banyak orang khawatir akan keamanan produk wewangian yang mereka gunakan sehari-hari. Menanggapi fenomena tersebut, pakar medis menegaskan bahwa narasi yang menghubungkan penggunaan parfum di leher dengan risiko tumor ganas pada kelenjar tiroid adalah mitos belaka alias hoaks.

Penegasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr. Diani Kartini. Ia menyatakan secara lugas bahwa tidak ada korelasi atau bukti ilmiah sama sekali yang mendukung anggapan seram tersebut.

“Semprotkan parfum ke leher sebabnya kanker tiroid, itu hoaks ya,” kata dr. Diani Kartini dalam sebuah pemaparan medis kepada media baru-baru ini.

Kanker tiroid merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika sel-sel abnormal pada kelenjar tiroid kelenjar berbentuk kupu-kupu di bagian depan leher tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk massa tumor ganas. Hingga saat ini, dunia kedokteran belum menemukan penyebab tunggal yang pasti dari mutasi sel tersebut. Kendati demikian, para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor risiko utama yang secara ilmiah terbukti memicu penyakit ini, dan parfum sama sekali tidak ada di dalam daftar tersebut.

Menurut dr. Diani, salah satu pemicu yang paling signifikan dan perlu diwaspadai adalah paparan radiasi, terutama yang mengenai area kepala dan leher. Risiko ini biasanya berkaitan erat dengan riwayat terapi radiasi medis tertentu, khususnya jika paparan tersebut dialami pasien pada masa kanak-kanak. Selain radiasi, faktor mutasi genetik atau keturunan serta masalah kekurangan zat yodium kronis juga berkontribusi besar dalam meningkatkan kerentanan jaringan tiroid terhadap pertumbuhan tumor.

Secara anatomis dan biokimia, zat cair dari parfum yang mengenai permukaan kulit luar tidak memiliki mekanisme biologis yang mampu menembus ke dalam struktur seluler kelenjar tiroid untuk memicu keganasan.

Tabel: Perbandingan Faktor Risiko Kanker Tiroid Vs Penggunaan Parfum

Kategori AnalisisFaktor Pemicu Kanker Tiroid Nyata (Medis)Penggunaan Parfum pada Kulit Leher
Status ValiditasTerbukti secara klinis melalui riset onkologi.Hoaks / Mitos (Tidak ada bukti ilmiah).
Mekanisme KerjaRadiasi ionisasi/mutasi gen merusak DNA sel dalam.Hanya menempel di lapisan epidermis kulit luar.
Contoh KasusRiwayat radioterapi kepala/leher masa kecil.Pemakaian harian untuk kosmetik dan wewangian.
Dampak KesehatanPertumbuhan tumor ganas pada kelenjar tiroid.Potensi iritasi ringan (khusus kulit sensitif).

Meskipun parfum dinyatakan sepenuhnya aman dari risiko kanker tiroid, dr. Diani mengingatkan bahwa beberapa kandungan zat kimia di dalam wewangian memang bersifat karsinogenik dalam dosis tertentu atau bisa memicu reaksi alergi pada jenis kulit sensitif. Oleh sebab itu, pemakaian yang bijak dan wajar tetap sangat dianjurkan.

Bagi Anda yang ingin tetap tampil wangi dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan kulit, berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa diterapkan:

  • Semprotkan Secukupnya: Penggunaan parfum secara berlebihan tidak hanya mengganggu indra penciuman orang sekitar, tetapi juga meningkatkan konsentrasi zat kimia pada kulit.
  • Hindari Kulit Luka: Jangan pernah menyemprotkan parfum pada area leher atau tubuh yang sedang mengalami luka terbuka, lecet, maupun iritasi aktif.
  • Uji Coba Kulit Sensitif: Jika Anda memiliki riwayat alergi, lakukan patch test dengan menyemprotkan sedikit parfum di area pergelangan tangan bagian dalam sebelum mengaplikasikannya ke leher.
  • Penyimpanan yang Tepat: Simpan botol parfum Anda di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung agar formulasi kimianya tidak rusak atau berubah sifat.

Dengan memahami penjelasan medis ini, masyarakat diimbau untuk tidak lagi mudah percaya pada rumor kesehatan yang beredar di media sosial tanpa adanya konfirmasi dari dokter spesialis yang kredibel. 

Penulis

Related Articles

Back to top button