Tinjau Titik Rawan di Jalan Srikaya Sengkang, Bupati Wajo Instruksikan Penanganan Longsor Prioritas

Wamanews.id, 17 Juni 2026 – Keamanan infrastruktur jalan dan keselamatan warga di kawasan rawan bencana menjadi perhatian penuh Pemerintah Kabupaten Wajo. Bupati Wajo, Andi Rosman, menegaskan pentingnya langkah taktis berupa penanganan cepat dan tepat terhadap musibah tanah longsor yang kerap mengancam keselamatan pengguna jalan dan warga di sekitar Jalan Srikaya, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo.
Lokasi tersebut kini menjadi atensi dan prioritas serius jajaran pemerintah daerah. Pasalnya, titik rawan pergeseran tanah ini berada tepat di kawasan pemukiman padat penduduk sekaligus menjadi salah satu jalur transportasi vital yang menopang mobilitas harian masyarakat setempat.
Untuk memastikan skala kerusakan dan merumuskan solusi konkret, Bupati Wajo Andi Rosman turun langsung meninjau kondisi riil tebing pembatas serta badan jalan yang beberapa kali terdampak longsor pada Rabu (17/6/2026). Guncangan stabilitas tanah di area tersebut dilaporkan kerap berulang, terutama saat wilayah Kota Sengkang diguyur hujan dengan intensitas dan curah yang cukup tinggi.
Di sela-sela peninjauan lapangan, orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng ini mendengarkan laporan teknis dari instansi terkait mengenai faktor utama penyebab rapuhnya struktur tanah di Jalan Srikaya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Rakyat Sulsel, Andi Rosman langsung mencanangkan cetak biru (blueprint) mitigasi darurat yang harus segera dieksekusi demi menghindari timbulnya korban jiwa maupun kerugian material yang lebih besar.
“Melihat kondisi langsung di lapangan, harus segera dilakukan pembenahan yang komprehensif agar keselamatan masyarakat tetap terjamin. Penanganan titik rawan longsor di Jalan Srikaya ini kami tempatkan sebagai prioritas utama karena menyangkut akses ekonomi dan keamanan warga yang tinggal di sekitarnya,” jelas Andi Rosman di lokasi kunjungan, Rabu (17/6/2026).
Tabel: Skema Penanganan Bencana Longsor Jalan Srikaya Kota Sengkang
| Fokus Penanganan | Target Operasional OPD Teknis | Output Kebijakan Daerah |
| Kategori Lokasi | Kawasan pemukiman padat & jalur vital Sengkang. | Perlindungan klaster warga pesisir/kota. |
| Pemicu Utama Bencana | Tingginya curah hujan & erosi struktur tebing jalan. | Pembuatan sistem drainase yang lebih terintegrasi. |
| Strategi Jangka Pendek | Pembersihan material, rambu peringatan, & tanggul darurat. | Memulihkan kelancaran arus lalu lintas warga. |
| Strategi Jangka Panjang | Konstruksi dinding penahan tanah (talud / retaining wall). | Memperkokoh struktur tebing dari risiko longsor susulan. |
| Komitmen Pemkab | Mitigasi kebencanaan berbasis spasial daerah. | Mewujudkan rasa aman dan kenyamanan ruang publik. |
Guna mengantisipasi perluasan dampak pergeseran tanah, Bupati Andi Rosman menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, untuk bergerak cepat.
Ia meminta para kepala OPD segera menyusun klaster penanganan, baik dari segi taktis jangka pendek maupun rekonstruksi jangka panjang. Langkah jangka pendek difokuskan pada pengamanan area agar lalu lintas tetap berjalan aman, sementara program jangka panjang diarahkan pada penguatan tebing guna memutus potensi terjadinya bencana longsor susulan di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Wajo menegaskan tidak akan menutup mata terhadap titik-titik rawan bencana di perkotaan. Sinergi antara pembangunan fisik jalan dan sistem manajemen kebencanaan akan terus ditingkatkan seiring dengan fluktuasi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
“Pemerintah Kabupaten Wajo berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur publik. Hal ini dibarengi dengan masifnya program mitigasi bencana di berbagai titik rawan di seluruh kecamatan, guna memberikan rasa aman, ketenangan, serta kenyamanan yang hakiki bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Andi Rosman menyudahi arahannya.







