Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Tragedi Tebing Apparalang Bulukumba: Asyik Berfoto, Gadis ABG Tewas Terhempas Ombak

Wamanews.id, 9 Juni 2026 – Kawasan wisata bahari andalan di wilayah selatan Sulawesi Selatan kembali diselimuti duka mendalam. Nasib pilu dialami oleh seorang gadis remaja bernama Elmi Febrianti (17) saat tengah menghabiskan waktu libur akhir pekan bersama keluarganya di destinasi wisata Tebing Apparalang, Kabupaten Bulukumba. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam dan terseret arus pasca-terjatuh dari pinggiran tebing curam saat sedang asyik berswafoto.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah, mengonfirmasi bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi di kawasan wisata Apparalang yang terletak di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari. Tragedi tersebut berlangsung pada Minggu (7/6/2026) siang sekitar pukul 14.30 Wita.

Berdasarkan keterangan dari pihak berwenang, insiden bermula ketika korban bersama salah seorang rekannya berinisiatif mendatangi salah satu spot foto ikonik yang berada tepat di bibir tebing curam Apparalang. Diduga karena terlalu fokus mencari sudut pengambilan gambar yang menarik, korban tidak menyadari adanya bahaya gelombang tinggi yang mengintai di bawah tebing.

Secara tiba-tiba, sebuah ombak besar datang menghantam struktur tebing dan langsung menghempas tubuh korban dengan keras. Akibat kuatnya benturan ombak tersebut, Elmi kehilangan keseimbangan dan langsung terjatuh ke dalam gulungan laut lepas yang berada di bawahnya.

“Penyebab terkena hempasan ombak di pinggiran tebing tempat spot foto Apparalang dan membuat korban terjatuh,” terang Andi Hasbullah saat memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait penyebab jatuhnya korban.

Tabel: Kronologi Singkat Insiden dan Evakuasi Korban di Tebing Apparalang

Garis Waktu Peristiwa (Wita)Detail Kejadian & Upaya Penyelamatan di LapanganCatatan Kondisi di Lokasi Kejadian
Minggu, 14.30 WitaKorban terhempas ombak besar saat berfoto dan terjatuh ke laut.Kondisi arus laut terpantau sangat deras.
Minggu, Sesi SoreKorban terombang-ambing di laut dan sempat terekam video amatir warga.Belum ada tindakan pertolongan langsung.
Minggu, 23.58 WitaTim SAR Gabungan berhasil menemukan lokasi keberadaan korban.Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Senin, Sesi PagiProses evakuasi selesai, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka.Jenazah resmi diserahkan kepada pihak keluarga.

Pasca-terjatuh, korban sebenarnya sempat bertahan dengan cara terombang-ambing di tengah lautan tanpa adanya pertolongan langsung dari area sekitar sebelum akhirnya dinyatakan hilang ditelan arus. Detik-detik memilukan tersebut sempat diabadikan melalui rekaman kamera ponsel milik salah seorang pengunjung yang kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial.

“Kalau melihat kondisi sepertinya tidak ada (yang langsung memberikan pertolongan usai korban terjatuh dari tebing Apparalang),” ungkap Hasbullah dengan nada prihatin saat mencermati rekaman video amatir tersebut.

Dalam video berdurasi 3 menit 55 detik yang beredar luas, korban terlihat sangat kesulitan berenang dan berulang kali melambaikan tangannya ke atas sebagai isyarat meminta pertolongan darurat. Ombak dan arus deras di lokasi membuat posisi korban terus timbul dan tenggelam secara bergantian.

Suara perekam video wanita dalam rekaman tersebut juga terdengar panik saat menyaksikan Elmi berjuang menyelamatkan diri dari kejauhan. “Foto-foto ki tadi di situ di pinggir sekali, demi foto kasihan,” ujar wanita perekam video tersebut.

Dari atas tebing, tampak sejumlah orang hanya bisa menyaksikan kejadian itu tanpa mampu berbuat banyak karena keterbatasan alat keselamatan di lokasi. Hingga pada bagian akhir video, korban terlihat sudah tidak bergerak lagi. “Tidak ada sekali orang mau bantu, na lihat-lihati ji,” sesal perekam video dalam rekaman tersebut.

Mendapat laporan adanya wisatawan yang tenggelam, Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta dibantu masyarakat lokal langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian intensif secara menyisir perairan sekitar tebing.

Setelah melakukan pencarian selama berjam-jam di tengah kondisi kegelapan malam, tim pencari akhirnya berhasil menemukan posisi tubuh Elmi pada hari yang sama. “Korban telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia,” tutur Andi Hasbullah.

Menurut data BPBD, jasad korban berhasil dievakuasi dari dalam air pada pukul 23.58 Wita menjelang tengah malam. Setelah proses pengangkatan dari laut selesai dilakukan, jenazah korban langsung dibawa oleh petugas untuk dibersihkan sebelum diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga yang diselimuti duka mendalam. Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelola wisata untuk memperketat sistem keamanan di area berbahaya. 

Penulis

Related Articles

Back to top button