Modus Steganografi: Waspada! Cuma Unduh Foto dari WhatsApp, Saldo Rekening Bisa Terkuras Habis

Wamanews.id, 16 April 2026 – Dunia kejahatan siber terus bertransformasi dengan metode yang semakin licik dan sulit dideteksi oleh mata awam. Jika sebelumnya masyarakat diminta waspada terhadap kiriman file berformat .APK yang menyamar sebagai kurir paket atau undangan pernikahan, kini muncul ancaman yang jauh lebih halus. Jagat digital saat ini tengah digemparkan oleh modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp yang mampu menguras saldo rekening korban hanya melalui kiriman sebuah file gambar atau foto.
Metode baru ini tergolong sangat berbahaya karena korban tidak perlu lagi mengklik tautan (link) mencurigakan atau menginstal aplikasi tambahan. Ancaman tersebut bekerja secara “senyap” hanya dengan satu langkah sederhana yang sering kita lakukan sehari-hari: mengunduh foto dari kiriman nomor yang tidak dikenal.
Penyebab utama mengapa sebuah foto bisa menjadi pintu masuk peretasan adalah teknik yang disebut Steganografi. Berbeda dengan metode peretasan konvensional, Steganografi adalah teknik menyisipkan kode jahat atau malware ke dalam struktur data sebuah file gambar tanpa merubah tampilan visual foto tersebut.
Secara kasat mata, file yang diterima korban tampak seperti foto normal, pemandangan, atau gambar profil biasa.
Namun, di balik piksel warna tersebut, terdapat virus yang dirancang untuk aktif secara otomatis begitu file tersimpan ke dalam galeri perangkat. Kejahatan ini dinilai lebih mematikan karena seringkali tidak memicu peringatan keamanan standar pada sistem operasi ponsel, sehingga korban tidak menyadari bahwa ponselnya telah “terinfeksi” sampai saldo di rekeningnya tiba-tiba berkurang.
Begitu malware yang disisipkan melalui teknik Steganografi ini aktif, virus tersebut akan bekerja di latar belakang sistem tanpa menunjukkan aktivitas yang mencurigakan. Beberapa tindakan yang dilakukan oleh peretas melalui virus ini meliputi:
- Pencurian Kode OTP: Virus dapat membaca pesan masuk dan mencuri kode OTP untuk transaksi perbankan.
- Akses Perbankan Digital: Mengambil alih akses aplikasi mobile banking atau dompet digital.
- Penyadapan Data Sensitif: Memantau aktivitas media sosial hingga mencuri identitas pribadi yang tersimpan di ponsel.
- Monitoring Perangkat: Memantau aktivitas layar dan ketukan kibor (keylogging) untuk mengetahui kata sandi korban.
Kasus ini mulai memakan korban secara global. Salah satu laporan terbaru datang dari Madhya Pradesh, India, di mana seorang pria dilaporkan kehilangan uang jutaan rupiah sesaat setelah ia mengunduh sebuah gambar dari nomor asing di WhatsApp. Hal ini membuktikan bahwa ancaman ini nyata dan bisa menyerang siapa saja, termasuk pengguna internet di Indonesia.
Otoritas keamanan siber telah mengeluarkan peringatan keras agar pengguna meningkatkan kewaspadaan. Agar Anda tidak menjadi korban berikutnya dari modus “foto beracun” ini, para pakar keamanan digital menyarankan langkah-langkah preventif berikut:
- Nonaktifkan ‘Auto-Download’: Segera masuk ke pengaturan WhatsApp (Settings > Storage and Data) dan matikan fitur unduh otomatis (Media Auto-Download) untuk foto, video, maupun dokumen. Pastikan semua opsi diatur ke “No Media”.
- Jangan Asal Unduh: Jika menerima pesan dari nomor asing yang mengirimkan gambar tanpa konteks yang jelas, jangan pernah menekan tombol unduh.
- Verifikasi Nomor Asing: Gunakan aplikasi pelacak nomor seperti Getcontact atau Truecalleruntuk mengidentifikasi identitas pengirim sebelum melakukan interaksi.
- Update Sistem Rutin: Pastikan sistem operasi ponsel (Android atau iOS) serta aplikasi WhatsApp selalu diperbarui ke versi terbaru untuk menutup celah bug keamanan.
- Blokir & Laporkan: Segera blokir nomor yang mengirim pesan mencurigakan dan laporkan sebagai spam kepada pihak WhatsApp.
Kejahatan digital tidak pernah berhenti berevolusi mengikuti kemajuan teknologi. Di tengah segala kemudahan yang ditawarkan dunia digital, ketelitian dan kewaspadaan pengguna adalah benteng terakhir yang paling ampuh. Jangan biarkan rasa penasaran membuka celah bagi peretas untuk menguras tabungan Anda.





