Sutera Wajo Memikat Maros! Jadi Magnet Utama di Pameran MTQ XXXIV Sulsel 2026

Wamanews.id, 17 April 2026 – Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 di Kabupaten Maros tidak hanya dirasakan di panggung-panggung kompetisi religi. Di sisi lain, deretan stan pameran produk unggulan daerah yang diikuti oleh 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan turut menjadi daya tarik yang luar biasa bagi pengunjung.
Dari sekian banyak stan yang berpartisipasi, stan milik Kabupaten Wajo tampil sebagai primadona yang tak henti-hentinya diserbu warga. Kehadiran kain Sutera Wajo dengan berbagai corak dan motif khasnya terbukti menjadi magnet utama, mempertegas identitas Wajo sebagai pusat tekstil tradisional atau “Kota Sutera” di Sulawesi Selatan.
Daya tarik produk kebanggaan Bumi Lamaddukelleng ini bahkan memancing perhatian khusus dari para pejabat teras. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, bersama Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyempatkan diri untuk berkunjung langsung ke stan Kabupaten Wajo.
Kunjungan pejabat penting ini disambut hangat oleh tim penjaga stan. Mereka menyaksikan secara langsung bagaimana produk-produk UMKM Wajo, khususnya kain sutera tenun tangan, dipamerkan dengan apik dan profesional. Baik H. Ali Yafid maupun Chaidir Syam memberikan apresiasi atas kualitas kain yang tetap terjaga kelestariannya namun tetap relevan dengan selera pasar modern.
Antusiasme masyarakat terhadap Sutera Wajo tercermin dari catatan kunjungan harian yang mencapai seratusan orang. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di antara stan kabupaten lain dalam gelaran pameran kali ini. Pengunjung yang datang pun beragam; mulai dari delegasi MTQ daerah lain, masyarakat lokal Maros, hingga kolektor kain tradisional.
Salah satu pengelola stan mengungkapkan bahwa motif-motif terbaru menjadi yang paling banyak diburu. “Setiap hari kami menerima kunjungan rata-rata hingga seratusan orang. Kebanyakan pengunjung memang mencari kain Sutera Wajo dengan motif-motif terbaru. Selain kualitasnya yang sudah dikenal luas, kami juga menawarkan harga yang tetap terjangkau bagi para pengunjung pameran MTQ kali ini,” ujarnya.
Keberhasilan stan Wajo menarik minat massa membuktikan bahwa ajang seperti MTQ bukan sekadar kompetisi seni baca Al-Qur’an, melainkan juga panggung strategis untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan melibatkan 24 kabupaten/kota, pameran ini menjadi simulasi pasar yang efektif bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka ke kancah yang lebih luas.
Bagi Kabupaten Wajo, pameran ini adalah momentum untuk menegaskan posisi mereka dalam rantai pasokan tekstil tradisional di Indonesia. Motif-motif seperti Balo Lobang, Lagosi, hingga modifikasi motif modern yang dipamerkan, menunjukkan bahwa pengrajin sutera di Wajo terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya mereka.
Tak hanya sekadar melihat-lihat, banyak pengunjung yang langsung melakukan transaksi di tempat. Hal ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pengrajin di Wajo. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari yang ekonomis hingga kelas premium, sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Tingginya minat transaksi ini menjadi indikator positif bahwa Sutera Wajo tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Sulawesi Selatan. Kesuksesan di Maros ini diharapkan menjadi pemantik bagi Pemerintah Kabupaten Wajo untuk terus mendukung para pelaku usaha sutera agar semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Pameran MTQ XXXIV di Kabupaten Maros ini masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Bagi Anda yang sedang berada di Maros, jangan lewatkan kesempatan untuk menyentuh langsung kehalusan dan keindahan corak Sutera Wajo di stan resmi mereka.





