Operasi Ketupat Pallawa 2026: Angka Kematian Laka Lantas di Sulsel Turun Drastis 50 Persen!

Wamanews.id, 24 Maret 2026 – Pelaksanaan arus mudik Lebaran 1447 H/2026 di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menunjukkan tren yang menggembirakan. Melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel, dilaporkan bahwa selama delapan hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2026, angka fatalitas atau korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mengalami penurunan signifikan hingga 50 persen.
Data yang dihimpun dari Polres jajaran di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan selama periode 13 hingga 20 Maret 2026 menunjukkan bahwa arus mudik secara umum berjalan lebih lancar dan aman dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini disebut-sebut sebagai buah dari pengawasan ketat dan strategi tegas yang diinstruksikan langsung oleh Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, serta Dirlantas Polda Sulsel, Pria Budi.
Kombes Pol. Pria Budi mengungkapkan bahwa penurunan angka kematian di jalan raya tahun ini merupakan sebuah pencapaian besar dalam operasi kemanusiaan tersebut. Berdasarkan data perbandingan dengan Operasi Ketupat tahun 2025, angka korban meninggal dunia (MD) menyusut drastis.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pengawasan ketat di titik-titik rawan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara mulai membuahkan hasil yang positif,” ujar Kombes Pol. Pria Budi dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
Berikut adalah rincian perbandingan data laka lantas selama 8 hari Operasi Ketupat Pallawa:
| Indikator Kecelakaan | Tahun 2025 | Tahun 2026 | Tren (%) |
| Jumlah Kejadian | 186 Kasus | 184 Kasus | Turun 1,08% |
| Meninggal Dunia (MD) | 22 Orang | 11 Orang | Turun 50% |
| Luka Ringan (LR) | 258 Orang | 248 Orang | Turun 3,88% |
| Luka Berat (LB) | 4 Orang | 12 Orang | Naik 200% |
Pencapaian penurunan angka kematian hingga separuh dari tahun lalu ini diibaratkan sebagai “perisai tak terlihat” yang telah menyelamatkan belasan nyawa dan mencegah kerugian materiel yang lebih besar bagi keluarga pemudik di Sulawesi Selatan.
Kombes Pol. Pria Budi menekankan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari strategi preemtif yang masif. Kepolisian tidak hanya berjaga di posko, tetapi juga melakukan sosialisasi intensif jauh sebelum puncak arus mudik tiba. Langkah-langkah preventif seperti pemasangan spanduk peringatan di titik black spot(rawan kecelakaan) serta pengawasan kecepatan kendaraan menjadi kunci utama.
Namun, di balik kabar baik tersebut, pihak kepolisian memberikan catatan serius pada angka korban luka berat (LB) yang melonjak tajam hingga 200 persen, dari 4 orang menjadi 12 orang. Kenaikan ini menjadi pengingat keras bagi para pengemudi bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berujung pada tragedi jangka panjang.
Terlebih lagi, kondisi cuaca di Sulawesi Selatan yang saat ini sering diguyur hujan lebat menambah risiko slip kendaraan dan jarak pandang yang terbatas. “Kita harus waspada dengan musim penghujan. Jalanan licin memerlukan konsentrasi ekstra dan kondisi ban kendaraan yang prima,” tambahnya.
Memasuki fase arus balik Lebaran 2026, Dirlantas Polda Sulsel telah memerintahkan seluruh Kasatlantas di jajaran Polres untuk tidak mengendurkan pengawasan. Kolaborasi dengan stakeholderterkait, mulai dari Dinas Perhubungan hingga tenaga medis, akan semakin diperkuat.
Instruksi tegas pun diberikan untuk meningkatkan giat patroli di jalur-jalur lintas kabupaten yang sering menjadi titik lelah bagi pengemudi, seperti poros Maros-Bone atau jalur trans Sulawesi menuju Luwu Raya.
“Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Target utama kita adalah menuju zero accident (nol kecelakaan) dan nol korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap patuh pada aturan lalu lintas, beristirahat jika lelah, dan tidak memaksakan diri dalam perjalanan,” imbau Kombes Pol. Pria Budi.
Operasi Ketupat Pallawa 2026 menjadi potret bahwa disiplin kolektif antara petugas dan masyarakat dapat menekan angka fatalitas di jalan raya. Polda Sulsel berkomitmen untuk terus mengawal kepulangan masyarakat ke kota asal dengan maksimal, namun keamanan sejati tetap berada di tangan masing-masing pengemudi.







