Internet Indihome dan Telkomsel Down Nasional, Produktivitas Terhenti

Wamanews.id, 23 Januari 2026 – Jagat media sosial Indonesia kembali riuh dengan keluhan pelanggan penyedia jasa telekomunikasi terbesar di tanah air. Layanan internet berbasis fixed broadband Indihome dan layanan data seluler Telkomsel dilaporkan mengalami gangguan massal atau down pada Kamis (22/1/2026). Gangguan ini dirasakan oleh jutaan pengguna di seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Masalah konektivitas ini mulai memuncak pada siang hari, saat aktivitas bisnis dan perkantoran sedang berada di titik tertinggi. Berdasarkan pantauan di berbagai platform media sosial, tagar #TelkomselDown dan kata kunci “Indihome” sempat merajai trending topic, merefleksikan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan dari perusahaan pelat merah tersebut.
Merespons keluhan masif tersebut, manajemen Telkomsel segera memberikan klarifikasi resmi guna meredam kekhawatiran publik. VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengonfirmasi adanya penurunan kualitas layanan data yang berdampak signifikan pada sebagian besar pelanggan secara nasional.
Dalam keterangan tertulisnya, Fahmi menjelaskan bahwa sistem deteksi jaringan perusahaan mulai menangkap adanya anomali atau gangguan teknis sejak pukul 11.03 WIB.
“Telkomsel menginformasikan kepada pelanggan bahwa saat ini terjadi penurunan kualitas layanan data untuk sebagian pelanggan secara nasional. Kondisi ini berdampak pada akses ke sejumlah aplikasi digital dan platform Over-The-Top(OTT),” ujar Fahmi, Kamis (22/1/2026).
Penurunan kualitas ini mengakibatkan pengguna kesulitan dalam mengakses aplikasi pesan instan, media sosial, layanan streaming video, hingga aplikasi pendukung produktivitas kerja seperti platform rapat daring (virtual meeting).
Fahmi menegaskan bahwa pihak Telkomsel tidak tinggal diam melihat gangguan ini. Begitu sumber masalah teridentifikasi, seluruh tim teknis di pusat maupun regional dikerahkan sepenuhnya untuk melakukan langkah-langkah perbaikan darurat.
Proses pemulihan yang dilakukan mencakup beberapa tahapan teknis yang krusial, antara lain:
- Isolasi Sumber Gangguan: Memastikan titik kerusakan tidak meluas ke infrastruktur jaringan lainnya.
- Optimalisasi Jaringan: Melakukan pengalihan lalu lintas data (traffic) ke jalur cadangan guna meminimalisir dampak kelambatan.
- Percepatan Pemulihan: Melakukan rebooting sistem dan perbaikan perangkat keras maupun lunak yang terdampak secara bertahap.
“Langkah-langkah teknis sedang berjalan. Fokus utama kami adalah memastikan akses internet pelanggan dapat kembali normal secepat mungkin agar aktivitas digital masyarakat tidak terganggu lebih lama,” tambah Fahmi.
Mengingat gangguan terjadi di tengah jam kerja, efek domino yang ditimbulkan cukup terasa bagi para pekerja profesional, pelaku UMKM digital, hingga pengemudi ojek online. Banyak pengguna mengeluhkan tidak bisa mengirim laporan pekerjaan, transaksi perbankan digital yang gagal, hingga terputusnya koordinasi tim yang menggunakan jaringan internal perusahaan.
Menyadari besarnya dampak tersebut terhadap produktivitas nasional, Telkomsel secara terbuka menyampaikan permohonan maaf. Pihak manajemen menyadari bahwa di era transformasi digital seperti tahun 2026 ini, konektivitas bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan primer bagi roda ekonomi.
“Kami sangat memahami pentingnya konektivitas digital bagi aktivitas seluruh pelanggan, baik itu untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, maupun produktivitas kerja. Oleh karena itu, Telkomsel menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ucap Fahmi dengan nada penuh empati.
Hingga berita ini diturunkan, layanan dilaporkan mulai pulih secara bertahap di beberapa wilayah, meskipun beberapa pelanggan masih merasakan koneksi yang belum stabil. Telkomsel menegaskan bahwa penanganan masalah ini tetap menjadi prioritas tertinggi perusahaan.
Pihak manajemen berkomitmen untuk terus memantau kondisi jaringan secara end-to-end(menyeluruh) guna memastikan tidak ada gangguan susulan. Mereka juga berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara berkala melalui saluran komunikasi resmi perusahaan agar pelanggan mendapatkan kepastian mengenai status layanan mereka.







