Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Jalur Makassar-Maros Lumpuh Total! 2 Pohon Raksasa Tumbang Timpa 4 Motor, 1 Korban Luka Serius

Wamanews.id,12 Januari 2026 – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Selatan kembali memicu insiden membahayakan. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang melanda Kota Makassar sejak Minggu (11/1/2026) siang hingga sore hari. Akibatnya, dua pohon berukuran raksasa tumbang dan menutup total akses utama di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WITA ini menyebabkan jalur poros Makassar-Maros lumpuh total. Pohon yang memiliki diameter besar tersebut roboh melintang di tengah badan jalan, tepat di saat arus lalu lintas sedang berada pada puncak kepadatan. Insiden ini tidak hanya menghentikan mobilitas ribuan kendaraan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa di kalangan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi di lapangan, hujan badai yang mengguyur wilayah Biringkanaya sejak siang hari membuat struktur tanah di sekitar pepohonan besar Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi labil. Hembusan angin kencang yang tiba-tiba akhirnya menumbangkan dua batang pohon raksasa secara bersamaan.

Nahas, saat pohon tersebut roboh, terdapat sejumlah pengendara motor yang tengah melintas di bawahnya. Sedikitnya empat unit sepeda motor dilaporkan tertimpa batang dan dahan pohon yang berat. Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu membuat para pengendara tidak sempat menyelamatkan diri atau memacu kendaraannya lebih cepat.

Kapolsek Biringkanaya, Andik Wahyu Cahyono, membenarkan adanya jatuhnya korban dalam peristiwa pilu ini. Dari empat pengendara yang tertimpa, satu orang dilaporkan mengalami luka yang cukup serius.

“Kendaraan yang tertimpa empat motor. Untuk korban sementara dirawat di RSUD Daya, satu orang menunggu observasi tim medis karena luka yang dialami cukup parah,” ujar AKP Andik Wahyu Cahyono dalam keterangannya, Minggu malam.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan tenaga medis masih memantau perkembangan kondisi korban di rumah sakit untuk memastikan penanganan intensif yang diperlukan.

Besarnya ukuran pohon yang tumbang membuat proses evakuasi berjalan cukup alot. Petugas gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran segera diterjunkan ke lokasi sesaat setelah kejadian.

Namun, petugas menghadapi kendala teknis karena terbatasnya alat pemotong kayu di lokasi pada tahap awal evakuasi. Batang pohon yang sangat keras dan besar tidak memungkinkan untuk dipindahkan secara manual.

“Kendalanya tadi memang di peralatan. Karena ukuran pohonnya lumayan raksasa, petugas sangat membutuhkan mesin gergaji atau senso dalam jumlah banyak untuk memotong batang utamanya,” jelas AKP Andik. Setelah beberapa jam berjibaku menggunakan gergaji mesin dan bantuan mobil craneuntuk mengangkat batang kayu yang melintang, petugas perlahan-lahan berhasil membersihkan puing-puing dahan dan ranting yang berserakan di aspal.

Tertutupnya Jalan Perintis Kemerdekaan ini berdampak luas pada arus distribusi dan transportasi di Sulawesi Selatan. Sebagaimana diketahui, ruas jalan ini merupakan nadi utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros, serta jalur menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang yang mengular hingga beberapa kilometer. Banyak pengendara yang memilih memutar balik untuk mencari jalan alternatif melalui perumahan atau jalur tikus lainnya demi menghindari kemacetan total.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 17.20 WITA menunjukkan antrean kendaraan yang belum bergerak sama sekali. Petugas dari Satuan Lalu Lintas pun dikerahkan untuk mengatur sirkulasi kendaraan agar tidak terjadi penumpukan yang lebih parah di titik-titik putaran balik.

Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil menjelang waktu Maghrib. Sekitar pukul 18.00 WITA, petugas berhasil membuka setengah bahu jalan sehingga kendaraan roda dua dan roda empat mulai bisa melintas secara perlahan dengan sistem buka-tutup.

“Akses sudah mulai terbuka, sudah setengah bahu jalan yang bisa dilewati oleh kendaraan. Saat ini tinggal tahap pembersihan sisa-sisa kayu dan pembersihan aspal dari lumpur agar tidak licin bagi pengendara,” tambah AKP Andik.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak melintasi jalur poros Makassar-Maros untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Fenomena cuaca ekstrem di awal tahun 2026 ini diprediksi masih akan berlanjut, sehingga pengendara diingatkan untuk tidak memarkir kendaraan atau berteduh di bawah pohon besar yang rawan tumbang.

Penulis

Related Articles

Back to top button