Pidato Pengantar RAPBN 2026: Prabowo Sebut Angka Pengangguran Terendah Sejak 1998

Wamanews.id, 16 Agustus 2025 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan kabar optimis mengenai kondisi ekonomi nasional dalam Pidato Pengantar Keterangan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Dalam Sidang Bersama DPR, MPR, dan DPD, Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo mengklaim bahwa tingkat pengangguran nasional telah berhasil ditekan hingga mencapai titik terendah sejak krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998.
Klaim tersebut didukung oleh data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2025 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 0,06 persen poin jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Februari 2024.
Selain itu, Presiden juga memaparkan bahwa rata-rata upah buruh mengalami pertumbuhan sebesar 1,78 persen, naik dari Rp 3,04 juta menjadi Rp 3,09 juta dari Februari 2024 ke Februari 2025.
“Alhamdulillah, hari ini tingkat pengangguran nasional berhasil turun ke level terendah sejak krisis 1998,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan hadirin. Ia menegaskan, pencapaian ini merupakan hasil dari strategi jangka panjang pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga memaparkan berbagai program strategis yang menjadi fokus pemerintahannya di tahun 2026, khususnya di sektor kesehatan dan ekonomi kerakyatan.
Di bidang kesehatan, pemerintah berkomitmen untuk membangun sistem yang adil dan merata. Presiden menyebutkan bahwa program cek kesehatan gratis telah dimanfaatkan oleh lebih dari 18 juta warga di seluruh Indonesia. Pemerintah juga sedang gencar meningkatkan kelas 66 rumah sakit di 66 kabupaten.
Langkah ambisius lain adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali, yang akan dijadikan pusat medis bertaraf internasional. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat untuk berobat ke luar negeri.
Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan, Presiden Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah akan menambah 25 program studi kedokteran umum dan kedokteran gigi. Selain itu, kuota beasiswa bagi mahasiswa kedokteran juga akan ditingkatkan, memastikan ketersediaan tenaga medis yang mumpuni di masa depan.
Tidak hanya sektor kesehatan, Presiden juga menyoroti masalah perputaran uang yang masih terkonsentrasi di ibu kota dan kota-kota besar. Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah akan mendirikan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Program Kopdes ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru.
Melalui Kopdes di tingkat kelurahan, masyarakat akan dapat membeli beras, minyak goreng, dan LPG bersubsidi dengan harga yang terjangkau. Selain itu, Kopdes juga akan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap protein hewani seperti ikan dan daging dengan harga yang stabil.
Secara keseluruhan, pidato Presiden Prabowo Subianto memberikan gambaran komprehensif mengenai visi pemerintahannya. Dengan fokus pada pembangunan dari tingkat desa hingga strategi nasional, ia menargetkan terwujudnya kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang lebih merata.







