Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Kesehatan

Hipertensi Intai Generasi Muda Sejak Remaja, Ubah Gaya Hidup Ini!

Wamanews.id, 20 Juni 2025 – Ancaman hipertensi atau tekanan darah tinggi kini tidak lagi hanya mengintai usia lanjut. Penyakit yang dijuluki “pembunuh senyap” ini semakin menjadi momok bagi generasi muda, bahkan sejak usia remaja. 

Menanggapi fenomena ini, dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular, dr. Sally Aman Nasution, Sp.PD KKV, dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, menekankan pentingnya perubahan gaya hidupsebagai kunci utama pencegahan hipertensi kronik pada kaum muda.

Berbicara kepada ANTARA pada Kamis (19/6/2025), dr. Sally menjelaskan bahwa hipertensi bisa menyerang anak berusia mulai 10 tahun hingga remaja berusia 15 sampai 19 tahun.

“Mendorong perubahan gaya hidup seperti peningkatan aktivitas fisik dan penyesuaian pola makan sangat penting,” kata dr. Sally, menggarisbawahi urgensi intervensi sejak dini.

Menurut dr. Sally, beberapa faktor risiko utama yang memicu hipertensi pada usia muda antara lain adalah berat badan berlebih dan obesitas, riwayat hipertensi dalam keluarga, serta kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang turut berperan. Oleh karena itu, mengubah kebiasaan dan gaya hidup tidak sehat yang dapat meningkatkan risiko hipertensi menjadi krusial.

Dokter Sally merinci langkah-langkah perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk menangkal hipertensi sejak dini. Ini termasuk:

  1. Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam: Garam adalah pemicu utama peningkatan tekanan darah.
  2. Menurunkan berat badan bagi yang obesitas: Obesitas secara langsung berkorelasi dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi.
  3. Rutin melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang sampai berat: Olahraga teratur membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  4. Mengurangi waktu melihat layar gawai (screen time): Gaya hidup sedentari yang seringkali terkait dengan penggunaan gawai berlebihan juga berkontribusi pada risiko hipertensi.

Selain perubahan gaya hidup, dr. Sally juga mengemukakan perlunya pemeriksaan rutin untuk mendeteksi risiko hipertensi sejak awal, serta peningkatan penyuluhan tentang pencegahan hipertensi kepada kaum muda. 

Edukasi sejak dini akan membentuk kesadaran pentingnya menjaga kesehatan pembuluh darah. Dalam konteks ini, beliau menyoroti peran strategis sekolah. Menurutnya, sekolah bisa mengadakan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi dini munculnya gangguan kesehatan pada siswa. 

“Intervensi dini diperlukan agar tidak menjadi hipertensi kronik dan menyebabkan kerusakan lapisan pembuluh darah yang terjadi kronik dapat berujung menjadi komplikasi stroke atau serangan jantung,” tegas dr. Sally. Peringatan ini sangat penting, mengingat komplikasi hipertensi yang tidak terkontrol bisa berakibat fatal.

Hipertensi adalah kondisi serius karena dapat menyebabkan kerusakan lapisan pembuluh darah, yang pada gilirannya memicu munculnya gangguan kesehatan yang lebih parah seperti gagal ginjal, serangan jantung, dan stroke. 

Kerusakan ini bersifat kronik dan progresif, sehingga pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat vital untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan.

Pesan kunci dari dr. Sally Aman Nasution adalah bahwa pencegahan hipertensi pada kaum muda adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan bangsa. 

Dengan mengadopsi gaya hidup sehat sejak dini, melakukan pemeriksaan rutin, dan meningkatkan kesadaran melalui penyuluhan, generasi muda dapat terhindar dari ancaman penyakit kronis ini dan menjalani hidup yang lebih produktif dan berkualitas. Ini adalah tugas bersama orang tua, sekolah, dan juga pemerintah melalui program kesehatan yang relevan.

Penulis

Related Articles

Back to top button