Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

Wajib Tahu! Jangan Langsung Makan, Ini Alasan Kurma Harus Dicuci Menurut Otoritas Arab Saudi

Wamanews.id, 13 Maret 2026 – Kurma telah lama menjadi primadona, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan. Buah mungil yang manis alami ini menjadi hidangan wajib saat berbuka puasa karena kepraktisannya dan kemampuannya mengembalikan energi dengan cepat. Namun, di balik manfaatnya yang segudang, muncul satu pertanyaan yang sering diperdebatkan di kalangan masyarakat: perlukah kurma dicuci sebelum dimakan?

Banyak dari kita yang terbiasa langsung menyantap kurma begitu kotaknya dibuka, dengan anggapan bahwa produk kemasan sudah pasti bersih. Namun, hasil studi dan rekomendasi kesehatan justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

Melansir laporan dari Saudi Gazette, Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi (Saudi Food and Drug Authority/SFDA) mengeluarkan imbauan resmi agar konsumen mencuci kurma terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Langkah ini bukan sekadar urusan kebersihan biasa, melainkan protokol keamanan pangan untuk meminimalkan paparan zat berbahaya.

Menurut SFDA, permukaan kurma yang lengket dan bertekstur sangat rentan terkontaminasi oleh berbagai hal selama proses panen, pengemasan, hingga distribusi. Beberapa risiko kontaminasi yang diidentifikasi meliputi:

  • Residu Bahan Kimia dan Pestisida: Digunakan selama proses penanaman untuk menjaga buah dari hama.
  • Logam Berat dan Debu Lingkungan: Partikel mikro yang menempel saat proses penjemuran atau transportasi.
  • Mikroorganisme: Adanya potensi pertumbuhan ragi (yeast) serta jamur jika suhu penyimpanan tidak stabil.
  • Benda Asing: Partikel kecil yang mungkin terbawa dari lingkungan perkebunan.

Dengan mencuci kurma, risiko paparan zat-zat di atas dapat ditekan secara signifikan, sehingga manfaat kesehatan dari serat, kalium, dan antioksidan kurma dapat diserap tubuh dengan lebih optimal.

Meski dianjurkan, mencuci kurma tidak bisa dilakukan sembarangan. Berbeda dengan apel atau anggur yang memiliki kulit licin, kurma memiliki kandungan gula yang tinggi dan tekstur yang menyerap air. Jika dicuci terlalu lama atau direndam secara berlebihan, kurma justru bisa menjadi lembek, kehilangan rasa manis aslinya, hingga lebih cepat busuk karena proses fermentasi yang dipicu oleh sisa air.

Agar Anda mendapatkan manfaat kebersihan tanpa merusak kualitas buah, berikut adalah panduan langkah demi langkah yang disarankan:

  1. Seleksi Kondisi Buah: Sebelum menyalakan keran, periksa kondisi kurma satu per satu. Pisahkan kurma yang sudah tampak berjamur, berbau asam, atau terlalu lembek. Kurma dengan kondisi tersebut sebaiknya langsung dibuang.
  2. Gunakan Saringan (Colander): Jangan mencuci kurma di dalam wadah tertutup atau mangkuk yang berisi air diam. Letakkan kurma di saringan agar air bisa langsung mengalir keluar dan tidak merendam buah.
  3. Bilas dengan Air Mengalir: Nyalakan air dengan tekanan sedang. Bilas kurma selama 10 hingga 20 detik. Waktu ini dinilai cukup untuk meluruhkan debu tanpa membuat daging buah menyerap terlalu banyak air.
  4. Gosok Perlahan: Gunakan jari Anda untuk menggosok permukaan kurma secara lembut. Ini penting untuk mengangkat residu yang menempel di sela-sela lipatan kulit kurma.
  5. Teknik Perendaman Singkat (Opsional): Jika Anda membeli kurma curah di pasar terbuka, Anda bisa merendamnya sebentar dalam campuran air dan sedikit cuka selama 30-60 detik, lalu segera bilas kembali dengan air bersih.
  6. Tahap Pengeringan yang Krusial: Setelah dicuci, segera keringkan kurma menggunakan tisu dapur atau kain bersih dengan cara ditepuk-tepuk lembut. Biarkan kurma mengering secara alami di suhu ruang selama 20-40 menit sebelum disimpan kembali.

Kurma yang sudah dicuci sebaiknya segera dikonsumsi. Namun, jika ingin menyimpannya kembali, pastikan kurma sudah benar-benar kering. Simpan di wadah kedap udara dan masukkan ke dalam lemari es. Suhu dingin akan membantu menjaga tekstur kurma tetap kenyal dan mencegah tumbuhnya jamur akibat kelembapan sisa pencucian.

Mencuci kurma mungkin terasa seperti langkah ekstra yang merepotkan, namun demi kesehatan jangka panjang dan keamanan pangan keluarga, prosedur sederhana ini sangat layak untuk dilakukan. Selamat menikmati kurma dengan lebih tenang dan sehat! 

Penulis

Related Articles

Back to top button