Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Wabah Misterius Serang Sinjai Utara, Ratusan Ayam Dilaporkan Mati Mendadak

Wamanews.id, 1 Oktober 2026 – Kasus kematian massal ternak unggas secara mendadak menggegerkan masyarakat di wilayah Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Peristiwa yang terjadi pada akhir September hingga Kamis (1/10/2026) ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan peternak lokal akan potensi penyebaran wabah penyakit menular yang lebih luas.

Informasi mengenai kematian massal ini awalnya sempat simpang siur di jagat maya dan memicu kepanikan. Sejumlah unggahan di media sosial menyebutkan bahwa jumlah ayam yang mati secara misterius telah menembus angka 1.000 ekor, sebuah spekulasi yang langsung direspons cepat oleh otoritas terkait guna menghindari keresahan publik.

Menyikapi situasi tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan verifikasi data. Berdasarkan pendataan riil di lokasi terdampak, pihak dinas meluruskan bahwa jumlah total ayam kampung milik warga yang mati mendadak berjumlah 322 ekor, bukan 1.000 ekor seperti kabar yang beredar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam, S.Pt., M.Si., mengonfirmasi bahwa jajarannya telah mengambil langkah taktis di area pemukiman warga. Pihaknya memastikan situasi ini sudah berada dalam penanganan intensif tim medis hewan agar tidak meluas ke wilayah kecamatan lain.

Sebagai bagian dari prosedur standar penanganan wabah, tim dinas telah mengumpulkan sampel preparat dari bangkai ayam yang baru mati. Sampel-sampel biologis tersebut saat ini tengah dibawa ke laboratorium khusus hewan guna menjalani uji klinis kedokteran untuk mengidentifikasi jenis virus atau bakteri secara akurat.

Meskipun hasil resmi laboratorium masih harus ditunggu, pemeriksaan klinis awal di lapangan menunjukkan indikasi kuat. Berdasarkan gejala fisik yang ditemukan pada unggas, Dinas Peternakan menduga kuat bahwa kematian massal ini disebabkan oleh serangan penyakit Newcastle Disease (ND), atau yang di masyarakat umum akrab dikenal sebagai penyakit tetelo.

Guna menekan risiko penularan infeksi yang lebih masif ke kandang-kandang sehat di sekitarnya, petugas kesehatan hewan langsung melakukan sterilisasi. Langkah darurat berupa penyemprotan cairan disinfektan dilakukan secara menyeluruh di seluruh area pekarangan dan kandang yang menjadi titik temuan kasus.

Selain tindakan penanganan fisik, Dinas Peternakan Sinjai juga menaruh perhatian besar pada aspek edukasi masyarakat. Petugas memberikan sosialisasi langsung kepada para peternak mengenai pentingnya menerapkan sistem biosekuriti kandang secara mandiri guna memutus rantai penularan virus.

Peternak yang berada di zona terdampak diimbau keras untuk segera melakukan isolasi ketat terhadap kandang mereka. Ayam-ayam yang menunjukkan gejala sakit atau sempat berinteraksi dengan unggas yang mati harus dipisahkan sepenuhnya dari populasi unggas yang masih sehat.

Pemerintah daerah berharap masyarakat, khususnya para peternak mandiri, tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan ternak. Langkah penanganan jangka panjang baru akan dirumuskan secara komprehensif setelah hasil resmi pemeriksaan laboratorium terhadap sampel ayam keluar dalam beberapa hari ke depan.

Penulis

Related Articles

Back to top button