Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Viral Truk Kopdes Ketahanan Pangan Diduga Angkut Bibit Sawit di Tengah Kabut Karhutla

Wamanews.id, 14 Oktober 2026 – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu kehebohan publik. Video tersebut menampilkan truk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang melintas di tengah kepungan kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Video yang pertama kali diunggah warganet dan diunggah ulang oleh akun BandungBanget itu langsung menjadi sorotan nasional. Pasalnya, muatan yang dibawa truk tersebut dinilai tidak sesuai dengan peruntukannya sebagai armada ketahanan pangan.

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas truk bernomor polisi B 9938 XHY membawa ratusan bibit tanaman di bak belakang. Warganet menduga kuat bibit tersebut adalah bibit kelapa sawit yang akan ditanam di kawasan perkebunan.

Kejanggalan semakin terlihat dari kondisi lingkungan di lokasi kejadian. Truk itu melaju di jalanan yang diselimuti asap pekat, yang diduga kuat berada di wilayah Sumatera atau Kalimantan, dua wilayah yang kerap menjadi langganan bencana karhutla setiap tahun.

Publik menilai penggunaan truk Kopdes untuk mengangkut bibit sawit sebagai bentuk penyimpangan fungsi. Seperti diketahui, armada truk Kopdes Merah Putih merupakan program pemerintah yang digagas untuk memperkuat ketahanan pangan desa.

Fungsi utama dari kendaraan tersebut adalah untuk memangkas rantai distribusi kebutuhan pokok, mengangkut pupuk bersubsidi, serta mendistribusikan hasil panen pangan milik petani lokal agar harga tetap stabil di tingkat desa.

Melihat fasilitas negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pangan rakyat justru dipakai untuk kepentingan perkebunan komersial, netizen pun melayangkan kritik keras. Banyak yang menyayangkan aset desa dialihkan untuk sektor bisnis sawit yang bernilai ekonomi tinggi.

Tak hanya soal penyalahgunaan aset, konteks kabut asap dalam video juga memicu kecurigaan publik. Warganet mengaitkan pengangkutan bibit sawit di tengah wilayah karhutla dengan dugaan praktik pembukaan lahan baru di atas lahan bekas terbakar.

Kasus dugaan penyalahgunaan truk Kopdes ini bukan merupakan kejadian pertama. Sebelumnya, sejumlah laporan dari berbagai daerah juga mengeluhkan hal serupa, di mana truk Kopdes kerap digunakan di luar fungsi resminya.

Mulai dari mengangkut material bangunan seperti pasir dan kayu, hasil perkebunan tebu, hingga barang rongsokan, truk ketahanan pangan tersebut kerap dijadikan sebagai armada serbaguna untuk kegiatan komersial di luar regulasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola Koperasi Desa Merah Putih maupun dari kementerian terkait. Publik masih menunggu klarifikasi mengenai keabsahan operasional truk bernopol B 9938 XHY tersebut, termasuk asal-usul bibit sawit dan lokasi pasti pengambilan video.

Masyarakat kini mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi dan pemanfaatan aset Kopdes. Hal ini dinilai penting agar program yang bertujuan untuk kesejahteraan pangan masyarakat desa tidak terus disalahgunakan dan keluar dari tujuan awalnya.

Penulis

Related Articles

Back to top button