Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Potensi Besar Ikan Sidat Sulbar, Butuh Sentuhan Pemerintah

Wamanews.id, 4 Agustus 2024 – Ikan sidat, komoditas perikanan bernilai tinggi, tengah menjadi sorotan setelah kunjungan kerja Penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Bahtiar, ke lokasi penangkaran ikan sidat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Kunjungan ini mengungkap potensi besar ikan sidat di Sulbar yang belum tergarap secara maksimal.

Seperti diketahui, ikan sidat sangat diminati di pasar internasional, terutama di negara-negara Asia seperti Jepang, China, dan Singapura. Tingginya permintaan akan ikan sidat ini didorong oleh kandungan proteinnya yang tinggi serta cita rasanya yang unik. Namun, siklus hidup ikan sidat yang unik dan kompleks menjadi tantangan tersendiri dalam budidaya dan pemanfaatannya.

Sulbar sendiri memiliki keanekaragaman jenis ikan sidat yang cukup tinggi, sebanding dengan yang ditemukan di Sulawesi Selatan. Namun, pemanfaatan ikan sidat di Sulbar masih sangat terbatas. Nelayan di Sulbar umumnya menangkap ikan sidat secara tradisional dengan cara memancing, yang kurang efisien dan berkelanjutan.

“Di Sulbar, banyak hidup ikan sidat, namun masih perlu dorongan, khususnya intervensi dari pemerintah agar membukakan jalan bagi nelayan sidat di Sulbar agar jauh lebih berkembang dan maju,” ujar Bahtiar Bahtiar.

Kunjungan ke Wajo memberikan banyak pelajaran berharga bagi pemerintah Sulbar. Di Wajo, nelayan telah mengembangkan teknik penangkapan yang lebih modern, sehingga produksi ikan sidat bisa lebih stabil dan berkualitas. Selain itu, telah terbentuk sebuah ekosistem bisnis ikan sidat yang cukup kuat, mulai dari penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran.

“Di sini rupanya tidak memancing lagi. Mereka punya alat. Sehingga masyarakat Sulbar dapat mengadopsi,” tambah Bahtiar.

Untuk mengembangkan potensi ikan sidat di Sulbar, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis, antara lain:

  1. Pengembangan Teknologi Penangkapan: Pemerintah perlu memfasilitasi pengembangan teknologi penangkapan ikan sidat yang lebih modern dan efisien, sehingga produksi dapat ditingkatkan.
  2. Pembentukan Koperasi: Pembentukan koperasi nelayan dapat memperkuat posisi tawar nelayan dalam pemasaran produk dan memudahkan akses terhadap pembiayaan.
  3. Peningkatan Kualitas Produk: Pemerintah perlu mendorong peningkatan kualitas produk ikan sidat melalui pelatihan dan pendampingan kepada nelayan.
  4. Pemasaran: Pemerintah perlu membangun jaringan pemasaran yang kuat untuk memasarkan produk ikan sidat ke pasar domestik dan internasional.
  5. Penelitian dan Pengembangan: Pemerintah perlu mendukung penelitian dan pengembangan terkait budidaya ikan sidat, sehingga dapat ditemukan teknologi budidaya yang tepat dan berkelanjutan.

Dengan potensi yang besar dan dukungan pemerintah yang tepat, ikan sidat dapat menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulbar.

Selain itu, pengembangan sektor perikanan sidat juga dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

“Setelah dari sini, sesuai pertunjuk gubernur kita secepatnya memperlihatkan kepada masyarakat untuk memberikan contoh untuk kegiatan kegiatan ini. Yang sehingga nanti nya, semua yang kita kunjungi ini dapat dilakukan di Sulbar,” harap Kepala Dinas Sosial Abdul Wahab.

Ikan sidat memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat Sulbar. Namun, untuk mencapai potensi tersebut, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan langkah-langkah yang tepat, ikan sidat dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat Sulbar.

Penulis

Related Articles

Back to top button