Siaga Akhir Tahun! BMKG Rilis Peringatan Dini Banjir dan Longsor di 5 Wilayah Sulsel

Wamanews.id, 28 Desember 2025 – Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel.
Berdasarkan informasi prediksi berbasis dampak (Impact-Based Forecast/IBF) melalui sistem Indonesia Flood & Landslide Early Warning System (InaFLEWS), terdapat lima daerah yang masuk dalam zona merah atau kategori ‘Waspada’. Peringatan ini berlaku selama tiga hari, terhitung mulai Senin, 29 Desember hingga Rabu, 31 Desember 2025.
Data yang dirilis oleh BMKG menunjukkan bahwa konsentrasi cuaca buruk berada di wilayah utara dan pegunungan Sulawesi Selatan. Lima daerah yang diprediksi akan terdampak serius adalah:
- Kabupaten Luwu
- Kabupaten Luwu Timur
- Kabupaten Luwu Utara
- Kabupaten Tana Toraja
- Kota Palopo
“Peringatan Dini Cuaca Berisiko untuk wilayah Sulawesi Selatan berdasarkan informasi prediksi berbasis dampak (IBF) InaFLEWS menyoroti potensi risiko dampak banjir dan dampak tanah longsor,” tulis BMKG Wilayah IV Makassar melalui keterangan resminya, Minggu (28/12/2025).
BMKG membagi peringatan ini ke dalam jadwal harian agar masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih dini. Untuk potensi dampak banjir, berikut adalah rinciannya:
| Tanggal | Wilayah Terdampak (Potensi Banjir) |
| 29 Desember 2025 | Luwu, Luwu Utara, Palopo, Tana Toraja |
| 30 Desember 2025 | Luwu, Luwu Utara, Tana Toraja |
| 31 Desember 2025 | Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja |
Dari rincian di atas, terlihat bahwa Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Tana Toraja mengalami ancaman banjir berturut-turut selama tiga hari penuh hingga malam pergantian tahun.
Selain banjir, risiko tanah longsor juga menjadi ancaman serius, terutama pada tanggal 29 Desember 2025. Wilayah yang memiliki topografi berbukit dan pegunungan seperti Luwu, Palopo, dan Tana Toraja diimbau waspada terhadap pergerakan tanah akibat intensitas hujan yang tinggi. Meskipun pada tanggal 30 dan 31 Desember potensi longsor secara spesifik dilaporkan nihil dalam data IBF, namun kejenuhan tanah akibat hujan berhari-hari tetap harus diantisipasi.
Menyikapi kondisi ini, BMKG memberikan instruksi khusus kepada warga dan instansi terkait (seperti BPBD) untuk senantiasa siaga. Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun di bawah lereng perbukitan diminta untuk memantau kenaikan debit air dan tanda-tanda awal pergerakan tanah.
Selain itu, bagi masyarakat yang berencana merayakan malam pergantian tahun di luar ruangan, BMKG mengingatkan untuk berhati-hati. “Kami meminta warga untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan khususnya di lapangan terbuka dan area pepohonan tinggi untuk menghindari risiko tersambar petir atau pohon tumbang,” tambah pihak BMKG.
Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca harian melalui kanal resmi BMKG guna mendapatkan prediksi yang lebih akurat dan real-time.







