Tragedi Memilukan di Palopo: Bermain Dekat Rumah, 2 Balita Tewas Terjatuh ke Galian Septic Tank

Wamanews.id, 10 April 2026 – Suasana duka menyelimuti Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Dua bocah di bawah lima tahun (balita) dilaporkan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang galian septic tank yang berada tidak jauh dari kediaman mereka. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis sore (9/4/2026), memicu keprihatinan mendalam bagi warga sekitar.
Kedua korban, yang masing-masing berinisial AS (3) dan AL (3), sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, takdir berkata lain; tim medis menyatakan kedua nyawa balita tersebut tidak dapat tertolong lagi.
Insiden tragis ini bermula saat kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal korban nampak tenang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 16.00 Wita, kedua balita tersebut sedang asyik bermain ayunan di halaman. Keberadaan mereka saat itu masih terpantau oleh salah satu saudara korban.
Namun, hanya berselang beberapa saat, suasana berubah menjadi mencekam ketika saudara korban menyadari bahwa kedua balita tersebut sudah tidak terlihat lagi di tempat semula. Upaya pencarian awal pun dilakukan dengan mendatangi rumah nenek korban yang berada di area yang sama. Di sana, saksi hanya menemukan sepasang sandal milik korban, namun sosok AS dan AL tidak ditemukan.
Pencarian kemudian diperluas ke arah area terbuka di sekitar rumah. Alangkah terkejutnya saksi saat melihat kedua balita tersebut sudah berada di dalam lubang galian septic tank dalam kondisi terapung.
“Benar telah terjadi peristiwa dua anak yang terjatuh ke dalam galian septic tank hingga meninggal dunia. Lokasi kejadian di Kelurahan Binturu, sekitar pukul empat sore,” ungkap Kapolsek Wara Selatan, Yusran Sa’buran, dalam keterangan resminya.
Warga yang mendengar teriakan minta tolong segera berhamburan ke lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi. Saat ditemukan, kondisi kedua korban sangat memprihatinkan dengan mulut yang sudah mengeluarkan busa, yang merupakan salah satu tanda klinis tenggelam dalam waktu tertentu.
Tanpa membuang waktu, warga langsung melarikan AS dan AL ke unit gawat darurat rumah sakit. Meski tim medis telah berupaya maksimal melakukan tindakan resusitasi, kedua bocah tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh pihak rumah sakit, kedua korban dinyatakan telah mengembuskan napas terakhirnya,” jelas Iptu Yusran.
Detail Peristiwa Tragis Balita di Palopo
| Data Kejadian | Keterangan |
| Identitas Korban | AS (3 Tahun) dan AL (3 Tahun) |
| Lokasi TKP | Kelurahan Binturu, Wara Selatan, Palopo |
| Waktu Kejadian | Kamis, 9 April 2026, Pukul 16.00 Wita |
| Penyebab Kematian | Terjatuh ke galian septic tank |
| Status Medis | Dinyatakan Meninggal Dunia di Rumah Sakit |
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemilik rumah atau kontraktor yang tengah melakukan pekerjaan penggalian. Iptu Yusran menegaskan agar setiap galian, baik untuk saluran air maupun septic tank, tidak dibiarkan terbuka begitu saja tanpa pengaman yang memadai.
Pihak kepolisian juga meminta agar pemilik lahan segera menutup lubang galian tersebut untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang merenggut nyawa. “Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar memastikan setiap galian atau lubang di sekitar rumah diberi pengaman atau penutup yang layak,” tegasnya.
Selain faktor infrastruktur, peran pengawasan orang tua juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh Kapolsek Wara Selatan. Balita di usia tiga tahun memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi namun belum memahami risiko bahaya di sekitar mereka. Oleh karena itu, pengawasan melekat saat anak bermain di luar rumah adalah hal yang wajib dilakukan.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih tampak sangat terpukul atas kepergian kedua buah hati mereka. Warga setempat pun turut berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. Kasus ini kini menjadi pengingat bagi warga Kota Palopo untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar, terutama di area yang sedang terdapat proyek konstruksi rumah tangga.







