Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

Begini Cara Aman Simpan Daging Ayam di Freezer Hingga Setahun, Tetap Lezat dan Bebas Bakteri

Wamanews.id, 29 Juni 2025 – Bagi banyak rumah tangga modern, freezer adalah penyelamat untuk memperpanjang usia bahan makanan, termasuk daging ayam. Namun, muncul pertanyaan penting: seberapa lama daging ayam bisa aman disimpan di dalam freezertanpa kehilangan kualitas atau bahkan membahayakan kesehatan? Kabar baiknya, jika disimpan dengan benar, daging ayam tersebut aman untuk dicairkan, dimasak, dan bahkan dinikmati kembali, terlepas dari berapa lama ia membeku.

Menurut Ahli Gizi terdaftar di Banner Health, Yaffi Lvova, panduan dari Food Safety and Inspection Service (FSIS) Departemen Pertanian AS (USDA) memberikan rekomendasi jelas mengenai hal ini. Jangka waktu penyimpanan daging ayam beku di dalam freezer sangat bergantung pada dua faktor kunci: potongan ayam (utuh, bagian, giling, atau irisan) dan apakah daging tersebut masih segar atau sudah matang. Panduan ini secara spesifik mengacu pada pemeliharaan kualitas dan tekstur daging, sekaligus menjamin keamanan konsumsi.

“Selama daging ayam disimpan dalam freezer pada suhu 0 derajat Fahrenheit (sekitar -18 derajat Celcius) atau di bawahnya, daging tersebut dianggap aman untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama,” kata Lvova, dikutip dari USA Today, Sabtu (28/6/2025). Suhu beku yang konsisten adalah kunci utama untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga integritas daging.

Panduan Umur Daging Ayam Beku ala FSIS USDA: Penting bagi setiap rumah tangga untuk memahami durasi ideal penyimpanan ayam beku agar tetap berkualitas dan aman dikonsumsi:

  • Daging ayam segar utuh: Aman disimpan hingga 1 tahun.
  • Bagian daging ayam segar (potongan paha, dada, sayap, dll.): Disarankan hingga 9 bulan.
  • Sisa daging ayam matang: Batas aman penyimpanan adalah 4 bulan.
  • Daging ayam giling: Sebaiknya tidak lebih dari 3-4 bulan.
  • Daging ayam iris deli (daging olahan siap makan): Paling singkat, hanya 1-2 bulan.

Meskipun daging ayam dapat tetap aman dikonsumsi jika disimpan, dicairkan, dan dimasak dengan benar, jika Anda melewati jangka waktu yang disarankan, mungkin akan ada perubahan pada kualitasnya. Anda mungkin melihat beberapa bagian menjadi kering atau lembek, atau merasakan perubahan pada profil rasa. Namun, sekali lagi, masalahnya lebih pada kualitas, bukan keamanan, selama semua proses dilakukan dengan tepat.

Kunci Keamanan: Proses Pencairan yang Benar Satu aspek krusial yang sering diabaikan adalah cara mencairkan daging ayam. Kesalahan dalam proses pencairan dapat menjadi pintu gerbang bagi pertumbuhan bakteri berbahaya. Jangan pernah membiarkan ayam mencair di suhu ruangan terbuka. 

Jika daging dibiarkan di luar pada suhu di atas 4 derajat Celcius (suhu zona bahaya), daging akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dengan sangat cepat, meningkatkan risiko infeksi melalui makanan.

Untuk memastikan keamanan maksimal, ayam harus selalu dipanaskan hingga suhu internal minimal 73,8 derajat Celcius menurut USDA FSIS. Suhu ini diyakini cukup untuk membunuh bakteri yang mungkin ada.

Ada tiga metode aman yang direkomendasikan USDA FSIS untuk mencairkan ayam:

  1. Pindah dari Freezer ke Kulkas: Ini adalah metode paling aman, meskipun membutuhkan waktu. Pindahkan ayam dari freezer ke dalam lemari es dan biarkan di sana hingga benar-benar mencair. Membiarkannya di dalam lemari es semalaman biasanya berhasil. Namun, untuk ayam utuh atau potongan daging yang lebih besar, proses ini bisa memakan waktu satu hingga dua hari penuh. Penting untuk merencanakan jauh-jauh hari jika menggunakan metode ini.
  2. Mencairkan dalam Air Dingin: Jika Anda membutuhkan waktu lebih cepat, Anda bisa merendam ayam (yang terbungkus rapat dalam kemasan kedap air) di dalam wadah berisi air dingin. Penting untuk mengganti air setiap 30 menit untuk memastikan suhu daging tetap dingin dan di bawah zona bahaya. Dengan metode air dingin, ayam utuh seberat 3 hingga 4 pon (sekitar 1,3 – 1,8 kg) akan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk mencair, menurut USDA FSIS.
  3. Menggunakan Microwave: Ini adalah pilihan tercepat, namun memiliki risiko. Jika Anda memilih metode ini, Anda harus memastikan untuk segera memasak ayam setelah dikeluarkan dari microwave. Daging ayam bisa jadi setengah matang di dalam microwave, dan jika tidak segera dimasak hingga matang sempurna, bakteri mungkin masih bertahan. Oleh karena itu, metode ini paling disarankan jika ayam akan langsung dimasak setelah dicairkan.

Dengan mengikuti panduan penyimpanan dan pencairan yang benar, Anda dapat memastikan bahwa daging ayam beku di rumah Anda tetap aman dan lezat, mengurangi risiko keracunan makanan, dan mengoptimalkan pemanfaatan stok makanan.

Penulis

Related Articles

Back to top button