Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Drama Umrah Mencekam! 28 Jemaah Sulsel Tertahan 17 Hari di Makkah Akhirnya Pulang Usai Nombok Jutaan Rupiah

Wamanews.id, 10 April 2026 – Kabar haru sekaligus memprihatinkan datang dari para tamu Allah asal Sulawesi Selatan. Sebanyak 28 jemaah umrah yang sempat terkatung-katung selama 17 hari di Makkah, Arab Saudi, akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di tanah air. Namun, kepulangan mereka tidaklah mudah; selain harus melawan rasa lelah yang luar biasa, para jemaah terpaksa merogoh kocek lebih dalam hingga jutaan rupiah demi mendapatkan tiket pesawat pulang.

Rombongan pertama yang terdiri dari 20 jemaah dilaporkan telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kepulangan ini menjadi akhir dari penantian panjang mereka yang seharusnya sudah kembali ke pelukan keluarga pada 21 Maret 2024 lalu.

Ita, salah seorang jemaah asal Parepare, menceritakan betapa beratnya perjuangan mereka selama tertahan di tanah suci. Menurutnya, ketidakpastian jadwal kepulangan membuat mental para jemaah, terutama yang sudah lanjut usia (lansia), sempat menurun.

“Alhamdulillah, rombongan kami sebanyak 20 orang sudah tiba di Jakarta kemarin. Kami tertahan 17 hari di sana, jauh di luar jadwal kepulangan kami yang seharusnya tanggal 21 Maret,” ungkap Ita saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4/2026).

Yang mengejutkan, kepulangan mereka tidak serta merta difasilitasi penuh oleh pihak travel. Ita mengungkapkan bahwa para jemaah diminta membayar biaya tambahan sebesar Rp 5 juta per orang agar bisa diterbangkan pulang. Padahal, seluruh jemaah telah melunasi paket perjalanan umrah senilai Rp 40 juta sejak awal.

“Kami sudah dimintai uang waktu di Makkah Rp 5 juta per orang. Itu di luar dari pembayaran umrah yang Rp 40 juta itu. Kami terpaksa setor karena ingin segera pulang,” keluh Ita.

Penyebab utama tertahannya puluhan jemaah ini adalah situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Perang yang pecah di kawasan tersebut berdampak langsung pada jadwal penerbangan internasional. Tiket yang semula sudah dipesan oleh pihak travel hangus, sementara harga tiket baru melonjak drastis hingga berkali-kali lipat dari harga normal.

Risma, selaku mitra travel, mengakui bahwa krisis internasional ini membuat pihak penyelenggara kesulitan secara finansial dan logistik.

“Ada krisis internasional dan perang saat kami sudah di Makkah. Harga tiket sekarang meroket dan kursi sangat terbatas. Seandainya uang ada, biar harga tiket Rp 20 juta pun saya beli demi memulangkan jemaah, daripada saya harus bayar hotel terus setiap hari di sana,” kata Risma dalam keterangan sebelumnya.

Detail Perjalanan Jemaah Umrah Sulsel yang Tertahan

KeteranganInformasi Detail
Total Jemaah Tertahan44 Orang (28 dalam gelombang kepulangan terbaru)
Durasi Penundaan17 Hari (Seharusnya pulang 21 Maret)
Biaya NombokRp 5 Juta hingga Rp 10 Juta per orang
Penyebab UtamaDampak Perang Timur Tengah (Penerbangan Terganggu)
Lokasi Saat IniHotel di Cengkareng, Jakarta (Menunggu tiket ke Makassar)

Kisah lebih miris dialami oleh jemaah lain bernama Marwah. Ia mengaku harus merogoh kocek hingga Rp 10 juta karena harga tiket yang terus melambung menjelang masa berlaku visanya habis. Ia mengaku khawatir akan dideportasi jika tidak segera mengambil inisiatif.

“Visa sudah mau mati (habis). Takutnya dideportasi. Jadi inisiatif sendiri, saya tanya ke pihak travel ada tidak tiket? Awalnya nombok Rp 5 juta, terakhir saya nego lagi, tambah lagi Rp 5 juta. Total Rp 10 juta kami bayar ke travel supaya bisa pulang,” beber Marwah.

Saat ini, 20 jemaah yang sudah tiba di Jakarta tengah beristirahat di sebuah hotel di kawasan Cengkareng. Kondisi mereka sangat kelelahan, dan pihak jemaah secara tegas menolak mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk tiket pesawat dari Jakarta ke Makassar. Mereka menuntut pihak travel bertanggung jawab penuh mengantarkan mereka sampai ke Sulawesi Selatan.

“Sekarang kami lagi pulihkan tenaga dulu di hotel karena banyak lansia. Kami sepakat tidak mau beli tiket ke Makassar lagi karena sudah banyak nombok sebelumnya,” pungkas Ita. Sementara itu, 8 jemaah lainnya dilaporkan masih dalam perjalanan dari Bandara Jeddah menuju tanah air.

Penulis

Related Articles

Back to top button