Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Realisasi 73,36 Persen, Irigasi Bilokka Dikebut Demi Wujudkan Tiga Kali Tanam Petani Sidrap

Wamanews.id, 19 Oktober 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memacu pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Sidrap. Salah satunya melalui rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bilokka yang saat ini progresnya telah mencapai 73,36 persen.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Sabtu (17/10/2026). Menurutnya, progres pembangunan irigasi melalui program Multi Years Project (MYP) tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Proyek ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dan petani di Sidrap. Pasalnya, ketersediaan air melalui jaringan irigasi yang memadai menjadi kunci utama untuk menjamin produktivitas lahan persawahan mereka.

Gubernur Andi Sudirman menyebutkan, DI Bilokka menjadi salah satu fokus utama rehabilitasi irigasi di Sidrap yang terus digenjot penyelesaiannya.

“Alhamdulillah, progresnya saat ini menunjukkan peningkatan realisasi sudah 73,36 persen,” kata Andi Sudirman.

Rehabilitasi DI Bilokka sendiri tergabung dalam Paket 3 program MYP rehabilitasi irigasi Pemprov Sulsel. Dalam paket tersebut, Pemprov menangani sembilan daerah irigasi yang tersebar di empat kabupaten, yakni Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Barru, Sidrap, dan Pinrang.

Adapun total anggaran yang dialokasikan untuk Paket 3 ini mencapai Rp89 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk pemulihan jaringan irigasi yang selama ini mengalami kerusakan dan pendangkalan.

Khusus untuk DI Bilokka, penanganan yang dilakukan cukup panjang, yakni kurang lebih 5.815 meter atau setara 5,8 kilometer. Dengan panjang tersebut, jaringan irigasi ini dirancang untuk melayani pengairan lahan persawahan seluas sekitar 1.323 hektare di wilayah Sidrap.

Andi Sudirman menegaskan, rehabilitasi irigasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan kualitas layanan pertanian. Salah satu indikatornya adalah terjaminnya ketersediaan air bagi petani.

“Rehabilitasi irigasi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan kualitas layanan pertanian, khususnya ketersediaan air bagi lahan persawahan petani,” ujarnya.

Lebih jauh, orang nomor satu di Sulsel itu menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) petani. Jika sebelumnya petani hanya mampu melakukan satu kali tanam dalam setahun atau IP 100, maka dengan irigasi yang pulih diharapkan bisa meningkat drastis.

“Kami berharap program recovery irigasi ini dapat meningkatkan produksi pertanian para petani yang sebelumnya Indeks Pertanaman (IP) 100 sekali tanam bisa menjadi IP 300, tiga kali tanam dalam setahun atau lima kali tanam dalam dua tahun,” pungkasnya.

Penulis

Related Articles

Back to top button