Produksi Beras RI Melesat 13,54% di 2025, Mentan Amran: Swasembada di Depan Mata!

Wamanews.id, 4 November 2025 – Kabar gembira datang dari sektor pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa capaian produksi beras nasional tahun 2025 memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia kini berdiri di ambang pintu swasembada beras. Klaim optimis ini didukung oleh lonjakan angka produksi yang signifikan, melampaui capaian tahun sebelumnya dan bahkan melewati proyeksi lembaga internasional.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin (3/11/2025), potensi produksi beras Januari hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan luar biasa sebesar 4,14 juta ton, atau naik 13,54 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
“Biasanya data BPS itu tingkat kepastiannya tinggi. Jadi, insya Allah tahun ini kita tidak ada impor beras. Semoga dalam satu bulan ke depan, jika tidak ada aral melintang, swasembada pangan menjadi kenyataan,” kata Mentan Amran di Serpong, Tangerang, seraya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam capaian bersejarah ini.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, memperkuat pernyataan Mentan. Ia menyebut peningkatan produksi ini sebagai tonggak penting bagi kedaulatan pangan nasional, terutama karena peningkatan signifikan terjadi pada Subround I (Januari-April) 2025 yang melambung hingga 26,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Lompatan produksi ini merupakan hasil nyata dari implementasi program strategis yang digalakkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Mentan Amran menyebutkan empat pilar utama yang dirintis sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo dan Gibran.
“Ada empat hal yang kita rintis selama pemerintahan Bapak Presiden Prabowo dan Gibran. Yang pertama adalah cetak sawah, itu sudah pasti jangka panjang. Kemudian oplah (optimalisasi lahan). Kemudian irigasi yang kita bangun. Itu meningkatkan produksi. Kemudian alat mesin pertanian,” jelasnya.
Proyeksi produksi padi (Gabah Kering Giling/GKG) untuk periode Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,34 juta ton GKG, meningkat 13,55 persen. Angka ini didukung oleh potensi luas panen padi yang mencapai 11,35 juta hektare, naik 12,98 persen dari tahun sebelumnya.
Capaian 34,77 juta ton ini bukan hanya sekadar angka, melainkan sebuah penegasan efektivitas kebijakan pertanian nasional. Proyeksi BPS ini bahkan tercatat melampaui prediksi lembaga internasional sekelas Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), yang sebelumnya memperkirakan produksi beras Indonesia sebesar 34,6 juta ton.
Lebih dari itu, perkiraan produksi tahun 2025 melampaui capaian tertinggi sebelumnya yang pernah dicatat pada tahun 2022, yaitu 31,54 juta ton. Ini menunjukkan bahwa kebijakan pertanian nasional kini berjalan efektif dan terimplementasi dengan baik di lapangan.
Lonjakan drastis ini mencerminkan keberhasilan Kementan dalam memperkuat sektor hulu dan hilir pertanian. Program-program yang digulirkan, mulai dari kemudahan mendapatkan pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi, pemberian bantuan sarana-prasarana, hingga peningkatan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, telah terbukti mampu menjaga gairah dan produktivitas petani di seluruh negeri. Dengan tingkat kepastian data yang tinggi dari BPS, Mentan Amran optimistis bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan mencapai kemandirian penuh dalam hal beras.







