Prabowo Setuju BUMN Sisihkan Laba untuk Riset dan Inovasi, Target Sisa 250 BUMN

Wamanews.id, 4 Juli – Presiden Prabowo Subianto mendukung wacana agar BUMN menyisihkan sebagian keuntungannya untuk kegiatan riset dan inovasi. Menurutnya, usulan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah membenahi kinerja perusahaan pelat merah agar lebih sehat dan produktif.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan 2.600 Rektor, Dekan, dan Dosen PTN serta PTS se-Indonesia di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026. Acara tersebut mengangkat tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”.
“Barusan ada usulan soal alokasi dana riset. Diusulkan setiap BUMN menyisihkan sebagian labanya untuk riset dan inovasi. Usulan itu bagus,” ujar Prabowo di hadapan peserta sarasehan.
Meski begitu, ia menekankan bahwa penerapan kebijakan itu tergantung pada kondisi keuangan masing-masing BUMN. Prabowo menyebut saat ini kinerja BUMN mulai membaik dan sudah mulai mencatatkan keuntungan.
“Pertanyaannya, apakah BUMN punya laba? Sekarang sudah mulai ada. Terima kasih Danantara. Dalam setahun terakhir sudah mulai terlihat labanya,” ucapnya.
Presiden juga menyoroti pembenahan besar-besaran yang tengah dilakukan pemerintah terhadap BUMN. Ia menilai banyak perusahaan milik negara selama ini tidak efisien dan justru memberatkan keuangan negara.
“Masalahnya dulu BUMN-BUMN ini kita semua tahu lah. Sudah lama seperti itu. Sekarang sedang kita rapikan. Dari jumlah lebih dari seribu, sudah lebih dari 200 BUMN yang kita tutup,” jelas Prabowo.
Pemerintah menargetkan jumlah BUMN akan dipangkas secara signifikan. Ke depan hanya akan tersisa sekitar 250 perusahaan agar pengelolaannya lebih fokus dan terarah.
“Nanti kita buat tinggal sekitar 300. Nanti ujungnya bisa 250. Artinya lebih dari 750 BUMN akan kita tutup,” kata Prabowo kepada Menteri Investasi Rosan Roeslani yang hadir dalam acara tersebut.
Menurut Kepala Negara, langkah rasionalisasi ini bertujuan menciptakan BUMN yang efisien, transparan, dan benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.
“Kita ingin BUMN yang rasional dan efisien. Ini sudah kita buktikan dan sedang kita kerjakan. Saya minta tahun ini selesai. Jadi dalam dua tahun ke depan, BUMN harus lebih efisien, lebih terbuka, dan lebih mengabdi untuk kepentingan masyarakat,” tegas Prabowo.







