Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Optimisme Prabowo: RI Bakal Keluar dari Krisis Global Jadi Negara Lebih Makmur & Mandiri

Wamanews.id, 11 Maret 2026 – Di tengah bayang-bayang krisis geopolitik yang kian memanas dan ketidakpastian ekonomi global, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan suntikan optimisme bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam pidato terbarunya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mampu bertahan dari krisis, tetapi memiliki modal kuat untuk keluar dari situasi sulit ini dalam keadaan yang jauh lebih makmur dan produktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo secara virtual pada Senin (9/3/2026). Fokus utama yang ditekankan oleh Kepala Negara adalah keberhasilan Indonesia dalam memperkuat kemandirian pangan, khususnya pada komoditas beras, di saat banyak negara lain di dunia justru sedang berjuang melawan kelaparan dan gangguan rantai pasok.

Presiden Prabowo menyebutkan bahwa posisi Indonesia saat ini sangat strategis. Berdasarkan data dan angka kekayaan sumber daya alam yang telah dipelajarinya, ia meyakini bahwa manajemen yang tepat akan membawa Indonesia menjadi negara yang benar-benar berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri.

“Saya sudah mempelajari angka-angka dan data kekayaan kita. Saya yakin setiap hari kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih makmur, lebih produktif, dan lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo dengan nada optimis.

Ia menambahkan bahwa faktor keamanan pangan adalah fondasi paling krusial. Menurutnya, sesulit apa pun kondisi dunia akibat konflik antar-negara, prioritas utama pemerintah adalah memastikan perut rakyat tetap kenyang dengan hasil bumi sendiri. “Apapun yang terjadi di dunia, ketika banyak negara menghadapi kesulitan, minimal kita harus aman dari sisi pangan,” tambahnya.

Sejalan dengan visi Presiden, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan data konkret yang menunjukkan betapa kuatnya “benteng” pangan Indonesia saat ini. Hingga Maret 2026, produksi beras nasional dilaporkan berada pada angka yang sangat menggembirakan, yakni berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka ini secara konsisten melampaui rata-rata konsumsi nasional yang berada di kisaran 2,59 juta ton per bulan.

Berdasarkan laporan terbaru, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Jumlah masif ini tersebar di beberapa titik:

  • Stok Perum Bulog: 3,76 juta ton.
  • Stok di Masyarakat: Sekitar 12,50 juta ton.
  • Padi Siap Panen (Standing Crop): 11,73 juta ton.

Mentan Amran memastikan bahwa dengan ketersediaan tersebut, masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan adanya kelangkaan beras dalam waktu dekat.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk sekitar 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan,” ujar Amran Sulaiman.

Keberhasilan menjaga stok pangan ini dinilai sebagai pencapaian vital di awal tahun 2026. Sektor pertanian kini resmi menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dari guncangan eksternal. Dengan produksi yang terus meningkat, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada impor beras, yang harganya seringkali dipermainkan oleh spekulan internasional saat terjadi perang.

Presiden Prabowo berpesan agar pencapaian ini tidak membuat pemerintah dan petani cepat puas. Justru, momentum ini harus dimanfaatkan untuk terus mengelola sumber daya dengan lebih modern dan efisien agar stabilitas harga di tingkat pasar tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu.

Melalui sinergi antara kebijakan pusat dan kerja keras para petani di lapangan, Indonesia kini menatap masa depan sebagai negara yang lebih mandiri dan siap menghadapi segala dinamika global dengan kepala tegak.

Penulis

Related Articles

Back to top button