Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

‘Mak Comblang’ Kembali Hits, Bukti Algoritma Tak Bisa Kalahkan Hati

Wamanews.id, 25 Februari 2026 – Pernahkah Anda merasa jempol pegal karena terus menggeser layar ke kanan dan kiri, namun hubungan yang serius tak kunjung menghampiri? Jika iya, Anda tidak sendirian. Di awal tahun 2026 ini, fenomena “dating app fatigue” atau kelelahan menggunakan aplikasi kencan seperti Tinder, Bumble, hingga Hinge kian nyata. Alih-alih menemukan belahan jiwa, banyak pengguna justru merasa terjebak dalam obrolan repetitif yang terasa sangat transaksional.

Menariknya, di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan, masyarakat justru mulai melirik kembali cara lama yang dianggap lebih “manusiawi”: The Power of Mak Comblang. Ya, peran Cupid atau perantara jodoh melalui lingkaran pertemanan kini kembali menjadi primadona bagi mereka yang mencari koneksi organik.

Meningkatnya minat pada pendekatan tradisional ini bukan tanpa alasan. Film Materialists produksi A24 serta serial populer Indian Matchmaking di Netflix menjadi cermin bahwa algoritma aplikasi seringkali gagal menangkap esensi dari kecocokan manusia yang kompleks.

Seringkali, aplikasi kencan hanya mempertemukan orang berdasarkan kesamaan hobi atau lokasi. Padahal, hubungan yang langgeng membutuhkan lebih dari sekadar “sama-sama suka kopi” atau “zodiak yang cocok”.

“Pendekatan melalui mak comblang atau teman dekat menuntut kejujuran pada diri sendiri. Kita tidak lagi bersembunyi di balik profil yang dikurasi sedemikian rupa, melainkan melalui kurasi orang-orang yang benar-benar mengenal karakter kita,” tulis laporan Vogue yang dikutip pada Selasa (24/2/2026).

Salah satu kesalahan besar dalam mencari jodoh di era digital adalah terlalu terpaku pada kriteria fisik atau status sosial yang sering kita sebut sebagai “tipe”. Padahal, tinggi badan, pekerjaan mentereng, atau selera musik tidak menjamin seseorang mampu membangun komunikasi yang sehat atau berkomitmen jangka panjang.

Menurut pakar kencan dari akun TikTok One Percent Better, mak comblang yang baik akan menggali nilai-nilai dasar sebelum mempertemukan dua orang. Pertanyaan yang diajukan bukan lagi “apa tipe kamu?”, melainkan hal-hal prinsipil seperti:

  • Bagaimana bentuk kemitraan yang Anda inginkan?
  • Apakah Anda berencana memiliki anak?
  • Bagaimana pandangan Anda terhadap visi hidup dan keyakinan?

Tips Biar Tidak “Zonk” Saat Dijodohkan

Agar proses perjodohan melalui perantara teman ini tidak berakhir canggung atau gagal di tengah jalan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Jangan Terjebak Kesamaan Dangkal

Hanya karena Anda dan dia sama-sama bekerja di industri teknologi atau hobi hiking, bukan berarti kalian cocok secara nilai. Kecocokan sejati terlihat dari cara seseorang menunjukkan perhatian dan menyelesaikan perbedaan pendapat.

2. Waspadai Red Flags

Antusiasme teman yang menjodohkan terkadang membuat kita abai pada tanda bahaya. Tetap perhatikan karakter kandidat: Apakah dia sering memotong pembicaraan? Apakah dia menunjukkan rasa ingin tahu pada Anda? Karakter jauh lebih menentukan keberlanjutan hubungan daripada sekadar daya tarik visual.

3. Pastikan Kedua Pihak Sama-Sama Siap

Perjodohan akan berisiko kandas jika salah satu pihak hanya setengah hati atau belum selesai dengan masa lalunya. Kesiapan emosional adalah kunci utama sebelum memulai perkenalan baru.

Perbandingan: Dating App vs Mak Comblang

FiturAplikasi Kencan (Dating App)Mak Comblang (Perantara Teman)
Dasar PertemuanAlgoritma & Kesamaan MinatRekomendasi Karakter & Kepercayaan
Kesan HubunganSering Terasa TransaksionalTerasa Lebih Organik & Manusiawi
VerifikasiBerisiko Catfishing / Profil PalsuSudah Terverifikasi oleh Lingkaran Teman
Proses PengenalanCepat, tapi Seringkali DangkalLebih Dalam dan Berfokus pada Nilai

Pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan ditentukan oleh seberapa serasi foto kalian di media sosial, melainkan oleh kepedulian timbal balik. Pasangan yang kuat terdiri dari dua orang yang sungguh-sungguh peduli pada kebahagiaan satu sama lain.

Mungkin saja, jodoh Anda selama ini tidak tersembunyi di balik layar ponsel yang Anda geser setiap malam. Bisa jadi, ia hanya berjarak satu perkenalan dari lingkaran sahabat terdekat Anda. Di tahun 2026 ini, cara paling modern untuk menemukan cinta sejati justru dengan kembali ke cara paling sederhana: biarkan teman Anda turun tangan!

Jadi, sudah siap menutup aplikasi kencan Anda dan mulai bertanya pada sahabat, “Ada teman yang jomlo, nggak?” 

Penulis

Related Articles

Back to top button