10 Ikan Mengandung Merkuri Tinggi Ini Sering Dikonsumsi Warga Indonesia

Wamanews.id, 11 Mei 2025 – Ikan dikenal sebagai sumber protein hewani yang sehat dan kaya nutrisi. Namun siapa sangka, beberapa jenis ikan yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia ternyata menyimpan potensi bahaya serius: kandungan merkuri tinggi.
Merkuri atau raksa adalah elemen alami yang dapat ditemukan di udara, air, dan tanah. Meskipun bersifat alami, dalam konsentrasi tertentu merkuri bisa menjadi racun bagi tubuh manusia. Paparan merkuri dalam jangka panjang diketahui berdampak buruk pada kesehatan otak, ginjal, sistem saraf, dan perkembangan janin dalam kandungan.
Menurut laporan dari Food and Drug Administration (FDA) dan dilansir dari Healthline, pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri seperti pembakaran batu bara dan proses manufaktur membuat sejumlah ikan laut terkontaminasi merkuri dalam kadar yang mengkhawatirkan.
Berikut ini daftar 10 ikan dengan kandungan merkuri tinggi yang perlu diwaspadai bahkan beberapa di antaranya sangat populer di meja makan orang Indonesia:
1. Tuna (0,350 ppm)
Jenis tuna, terutama albacore dan big eye tuna, mengandung merkuri yang cukup tinggi. Meski lezat dan kaya omega-3, konsumsinya sebaiknya dibatasi, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
2. King Mackerel (0,730 ppm)
Berbeda dari makarel kalengan biasa, King Mackerel berukuran besar dan sangat disukai pemancing. Namun sayangnya, kadar merkuri pada ikan ini cukup tinggi dan berisiko bagi kesehatan.
3. Big Eye Tuna (0,689 ppm)
Sering disajikan dalam hidangan sushi dan steak, ikan ini memiliki rasa lezat namun kandungan merkurinya tinggi. Hindari konsumsi berlebihan.
4. Lobster (0,166 ppm)
Meski hanya masuk dalam kategori sedang, lobster tetap harus dikonsumsi dengan hati-hati, terutama bila berasal dari laut yang sudah tercemar.
5. Ikan Todak atau Swordfish (0,995 ppm)
Memiliki daging tebal dan gurih, ikan ini sering dijual dalam bentuk fillet beku. Namun kandungan merkuri mendekati 1 ppm menjadikannya salah satu ikan yang paling berisiko.
6. Ikan Hiu (0,979 ppm)
Beberapa budaya menganggap daging hiu sebagai makanan istimewa, namun fakta menunjukkan bahwa daging hiu mengandung merkuri sangat tinggi.
7. Tilefish atau Ikan Jabad (1,123 ppm)
Tilefish merupakan ikan dengan kandungan merkuri tertinggi dalam daftar ini. Umurnya yang panjang menyebabkan penumpukan merkuri dalam tubuhnya makin parah.
8. Orange Roughy (0,571 ppm)
Ikan ini bisa hidup hingga 150 tahun, menjadikannya rentan menyimpan logam berat seperti merkuri dalam jumlah besar.
9. Marlin (0,485 ppm)
Dikenal karena teksturnya yang lembut dan cita rasa laut yang khas, namun marlin juga masuk dalam daftar ikan bermerkuri tinggi.
10. Barramundi atau Bass (0,167 ppm)
Meski hanya mengandung merkuri dalam tingkat sedang, ikan ini tetap perlu diawasi penggunaannya, terutama bila dikonsumsi secara rutin.
Konsumsi ikan secara umum sangat dianjurkan karena manfaat nutrisinya, namun perlu selektif dalam memilih jenis ikan. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan menyusui, asupan merkuri bisa berdampak pada perkembangan otak dan sistem saraf anak.
Dokter dan ahli gizi menyarankan untuk memilih ikan dengan kadar merkuri rendah seperti sarden, salmon, dan ikan teri, serta memastikan asal-usul ikan dari sumber perairan yang bersih dan tidak tercemar.
Tak semua ikan aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. Meski sehat, beberapa ikan populer ternyata mengandung merkuri tinggi yang bisa berbahaya jika dikonsumsi secara terus-menerus. Bijaklah dalam memilih sumber protein laut Anda, demi menjaga kesehatan keluarga dan generasi mendatang.







