Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

Kapan Harus Beli Handuk Baru? Kenali 6 Tanda Ini Agar Kulit Tetap Sehat dan Nyaman

Wamanews.id, 22 Januari 2026 – Handuk mandi adalah salah satu perlengkapan rumah tangga yang paling sering digunakan namun paling jarang diperhatikan masa pakainya. Banyak orang beranggapan bahwa selama handuk belum robek besar, maka handuk tersebut masih layak digunakan. Padahal, handuk memiliki “usia pensiun” agar fungsinya tetap optimal dan kesehatan kulit tetap terjaga.

Secara umum, handuk memiliki usia pakai ideal sekitar lima tahun. Namun, angka ini bisa menjadi lebih singkat tergantung pada kualitas bahan dasar, frekuensi pemakaian, hingga cara perawatannya. Kim Romine, seorang ilmuwan perawatan kain dari P&G, menjelaskan bahwa meskipun mencuci handuk secara rutin adalah hal wajib, proses pencucian yang terlalu sering dan penggunaan bahan kimia yang keras justru dapat mempercepat keausan serat kain.

Agar Anda tidak salah langkah, berikut adalah enam tanda utama bahwa handuk Anda sudah harus diganti dengan yang baru, sebagaimana dilansir dari Real Simple pada Kamis (22/1/2026).

1. Bau Apak yang Membandel

Pernahkah Anda merasa handuk tetap berbau tidak sedap meski baru saja dicuci bersih? Bau apak biasanya disebabkan oleh penumpukan sisa kuman, jamur, dan kelembapan yang terperangkap di dalam serat kain yang sudah mulai rusak. Jika deterjen dan proses pengeringan maksimal sudah tidak mampu menghilangkan bau tersebut, itu adalah sinyal kuat bahwa bakteri telah bersarang jauh di dalam serat, dan sudah saatnya Anda mencari pengganti.

2. Mulai Sobek atau Berumbai di Bagian Pinggir

Tanda ini adalah yang paling jelas secara visual namun sering kali diabaikan. Banyak orang menganggap sobekan kecil atau benang yang terlepas (berumbai) hanyalah masalah estetika. Padahal, jahitan yang berumbai menandakan integritas struktur kain sudah rapuh. Jika dibiarkan, handuk akan semakin cepat koyak saat digunakan atau dicuci, dan tidak lagi nyaman di kulit.

3. Kehilangan Daya Serap Air

Fungsi utama handuk adalah mengeringkan tubuh. Seiring berjalannya waktu, serat-serat kapas pada handuk akan aus akibat siklus pencucian dan panas dari mesin pengering. “Jika handuk tidak lagi efektif menyerap air dari rambut atau tubuh, itu pertanda seratnya sudah aus,” jelas Romine. Handuk yang sudah kehilangan daya serapnya hanya akan menggeser air di permukaan kulit tanpa benar-benar mengeringkannya, yang justru bisa memicu pertumbuhan jamur pada kulit.

4. Noda yang Sulit Hilang

Noda kecil dari skincare, kosmetik, atau sisa kotoran mungkin tampak sepele. Namun, jika noda tersebut sudah menyebar luas dan tidak kunjung hilang meski telah diberi pemutih atau penghilang noda, hal ini bisa mempengaruhi higienitas. Noda yang mengendap lama bisa menjadi sarang pertumbuhan mikroorganisme yang berisiko menyebabkan iritasi kulit atau jerawat punggung.

5. Terasa Kasar dan Gatal saat Disentuh

Handuk yang baru dibeli biasanya terasa lembut dan memanjakan kulit. Namun, jika sekarang handuk Anda terasa kasar bahkan membuat kulit terasa gatal, artinya serat kainnya sudah rusak atau terjadi penumpukan residu deterjen.

Sebelum membuangnya, Anda bisa mencoba mencucinya dengan campuran cuka untuk melarutkan sisa deterjen. Namun, jika setelah cara ini handuk tetap terasa kasar seperti “amplas”, maka seratnya memang sudah pecah dan tidak bisa diperbaiki lagi.

6. Terlihat Lusuh dan Menerawang

Coba perhatikan handuk Anda di bawah cahaya. Jika bahannya sudah terlihat sangat tipis hingga menerawang, itu tandanya benang-benang penyusunnya sudah sangat tipis akibat pemakaian bertahun-tahun. Handuk yang lusuh tidak hanya tidak enak dipandang, tetapi juga kehilangan kemampuannya untuk memberikan kehangatan dan daya serap yang memadai.

Jangan Dibuang! Manfaatkan Handuk Bekas Anda

Jika Anda memutuskan untuk membeli handuk baru, jangan langsung membuang handuk lama ke tempat sampah. Ada beberapa cara cerdas untuk mendaur ulang handuk bekas:

  • Keperluan Hewan Peliharaan: Gunakan handuk bekas sebagai alas tidur atau kain pembersih cakar bagi anjing atau kucing kesayangan Anda.
  • Kain Lap Dapur: Potong-potong handuk bekas menjadi ukuran kecil. Teksturnya yang masih berserat sangat efektif untuk membersihkan tumpahan air atau noda di area dapur dan garasi.
  • Pelindung Barang Pecah Belah: Saat hendak menyimpan piring keramik atau barang pecah belah di dalam gudang, gunakan handuk bekas sebagai pembungkus untuk melindunginya dari benturan dan goresan.
  • Donasi yang Layak: Jika handuk masih bersih dan hanya sedikit tipis tanpa noda besar, Anda bisa menyumbangkannya ke tempat penampungan hewan atau komunitas yang membutuhkan setelah mencucinya hingga steril.

Menjaga kualitas perlengkapan mandi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan kulit jangka panjang. Jadi, sudahkah Anda mengecek kondisi handuk Anda hari ini?

Penulis

Related Articles

Back to top button