Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Banjir Bandang di Donggala Tewaskan 2 Orang dan 350 Rumah Terdampak

Wamanews.id 29 Mei 2025 – Pemukiman warga di Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng) diterjang banjir bandang yang mengakibatkan 2 orang tewas terseret arus dan 350 rumah terdampak.

Banjir bandang tersebut dilaporkan terjadi tepatnya di Desa Wombo, Kecamatan Tanantove, Donggala pada Selasa (27/5) sekitar pukul 15.30.

Sebelumnya, Desa Wombo sempat diguyur hujan deras yang mengakibatkan air sungai meluap dan menghatam pemukiman warga.

“Air sungai meluap dan langsung menghantam pemukiman,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring, dilansir dari detiksulsel (29/5).

Sementara itu, Kepala Desa, Zulfikar, mengatakan warga bernama Ramisah (60) dan Rano (54) dilaporkan hanyut terseret banjir. Korban Ramsiah ditemukan sekitar 500 meter dari TKP sedangkan Rano ditemukan tertimbun material banjir di dekat rumahnya dan sudah dalam kondisi meninggal.

Akibat tertimbun material banjir, proses evakuasi korban Rano tidak bisa dilakukan secara manual melainkan harus menggunakan alat berat.

“Kita harus menggunakan alat berat untuk proses evakuasinya,” kata Zulfikar.

Total 350 Rumah Terdampak Banjir Bandang

Hingga kini, BPBD Sulteng masih mendata dampak banjir bandang. Namun, sejauh ini dilaporkan ada 350 rumah warga yang terdampak.

Lebih lanjut, BPBD Sulteng juga melaporkan sejumlah fasilitas umum yang ikut terdampak seperti sekolah dan satu jembatan rusak parah.

“Setelah didata ada 350 rumah. Pihak terkait dan warga masih membersihkan sisa-sisa material banjir,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring.

Warga Kesulitan Logistik Akibat Jembatan Putus

Usai bencana, warga mengaku kekurangan logistik, terlebih akses jalan penghubung di desa tersebut terputus.

“Ada jembatan putus, jadi akses susah,” tutur salah seorang warga bernama Merlin.

Ia menyebut, warga kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, susu bayi hingga pakaian.

“Kami butuh popok dan susu untuk bayi.. Ada juga rumah tertutup lumpur jadi pasti butuh pakaian,” ujar Merlin

Warga saat ini memilih mengungsi di rumah kerabat yang berdekatan di Desa Wombo, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah.

Penulis

Related Articles

Back to top button