Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Eratkan Kebersamaan dan Hilangkan Sekat, Pemkab Wajo Gelar Manre Sipulung, Buktikan Komitmen Pemerintah Hadir di Tengah Warga

Wamanews.id, 3 Desember 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo kembali mengukuhkan komitmennya untuk mendekatkan diri pada masyarakat melalui tradisi kearifan lokal. Kegiatan Manre Sipulung kembali digelar dengan hangat di Jl. Pelabuhan, Jembatan Gantung, Kelurahan Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, pada Selasa (2/12/2025). Tradisi yang sarat nilai kebersamaan ini menjadi ruang bagi Pemkab Wajo untuk menyapa, bersilaturahmi, dan mendengar langsung aspirasi warganya.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat jelas sejak awal kegiatan. Bupati Wajo, Andi Rosman, hadir didampingi Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin, serta jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres Wajo, Dandim 1406 Wajo, pimpinan DPRD Wajo, dan Kajari Wajo. Seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat Kecamatan Tanasitolo turut hadir, menghilangkan sekat birokrasi yang kaku.

Bupati Wajo, Andi Rosman, menyampaikan bahwa Manre Sipulung yang secara harfiah berarti ‘makan bersama’ atau ‘berkumpul untuk makan’ lebih dari sekadar tradisi makan. Kegiatan ini adalah simbol komitmen pemerintah untuk semakin dekat dan menghilangkan batas dengan masyarakat.

“Kita ingin tidak ada sekat antara pemerintah dan masyarakat. Saya secara pribadi ingin mengajak semua pemangku kepentingan untuk membiasakan diri duduk bersama warga,” ujar Bupati Andi Rosman.

Melalui ruang dialog yang terbuka ini, pemerintah tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga secara aktif mendengar keluhan, harapan, serta masukan yang disampaikan langsung oleh masyarakat. Praktik ini dinilai jauh lebih humanis dan efektif dalam merumuskan kebijakan publik.

Selain fungsi politik dan sosial, Manre Sipulung juga dinilai sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi dan nilai leluhur masyarakat Wajo yang menjunjung tinggi kebersamaan.

“Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Kita berharap pemerintah dan masyarakat tetap kompak dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” lanjut Bupati.

Dalam suasana kebersamaan tersebut, Andi Rosman juga menyelipkan pesan spiritual kepada masyarakat, mengajak agar membiasakan diri melaksanakan salat sunnah dhuha sebelum memulai pekerjaan. Pesan ini sejalan dengan program strategis Pemkab Wajo dalam mewujudkan Wajo Religius.

Sebagai bukti nyata komitmennya, Bupati Andi Rosman mencanangkan bahwa Manre Sipulung akan dijadwalkan menjadi agenda rutin, baik bulanan maupun tahunan, demi menjaga kedekatan dan hubungan baik antara pemerintah dan rakyat.

Di akhir sambutannya, Bupati turut membawa kabar baik yang membanggakan, khususnya terkait capaian sektor pertanian Wajo.

“Alhamdulillah, Wajo menempati urutan ke-11 produksi pertanian se-Indonesia. Terima kasih kepada seluruh pejuang pertanian dan pihak terkait. Semoga ke depan kita semakin konsisten,” tutupnya, mengapresiasi kerja keras sektor vital daerah.

Manre Sipulung kembali menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya melalui kebijakan dan administrasi, tetapi juga melalui sentuhan humanis, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Penulis

Related Articles

Back to top button